PMI Sleman Kirim 40 Shelter ke Lombok

MERAPI-AWAN TURSENO Sunartono mengibarkan bendera PMI sebagai tanda pelepasan bantuan dan relawan ke Lombok.
MERAPI-AWAN TURSENO
Sunartono mengibarkan bendera PMI sebagai tanda pelepasan bantuan dan relawan ke Lombok.

PAKEM (MERAPI) – Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Sleman mengirim bantuan 40 unit hunian sementara (shelter) dan 7 relawan bagi korban bencana alam gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Shelter tersebut akan diberikan kepada warga yang membutuhkan di Dusun Kekait 1, Desa Kekait, Gunungsari Lombok Barat.
Ketua PMI Cabang Sleman, dr Sunartono menjelaskan, pengiriman bantuan berupa rumah hunian sementara merupakan permintaan dari para korban. Sehingga diharapkan menjadi lebih tepat sasaran dan sesuai yang dibutuhkan mereka saat ini.

“Kami merespon apa yang menjadi kebutuhan mereka saat ini. Karena meminta shelter, dana yang terkumpul dari donator lewat PMI Sleman kita belikan untuk bahan dasar membuat shelter,” katanya usai melepas bantuan relawan di Posko PMI Pakem, Sabtu (15/9).

Dijelaskan, satu unit shelter tersebut seharga Rp 3 juta yang terdiri dari kerangka berbahan dasar kayu dan terpal. Nilai tersebut tidak termasuk ongkos kirim dan tenaga pemasang. Nantinya, 40 unit shelter tersebut akan dirakit oleh 7 relawan dari PMI Sleman. Ditargetkan semua shelter sudah dapat berdiri dan digunakan dalam jangka waktu kurang dari 7 hari.

Sunartono menilai, hunian sementara saat ini sangat dibutuhkan di lokasi tersebut. Pasalnya, jika masih berada di tempat terbuka, gangguan kesehatan sangat tinggi. Namun, jika mereka berada di tempat yang nyaman, bulain menjamin kesehatan, dalam melakukan aktifitas sehari-hari tidak terganggu.

“Shelter berukuran 3 kali 6 meter dengan tinggi 2,5 meter ini dapat ditempati beberapa orang. Langkah selanjutnya menunggu program pemerintah terkait rehab rekon,” imbuhnya.

Sunartono berharap, apabila ada masyarakat maupun donator yang ingin menyalurkan bantuan bagi korban bencana gempa di Lombok, pihaknya masih membuka kesempatan untuk sama-sama membantu meringankan beban penderiaan mereka. Bantuan yang diberikan juga akan menyesuaikan sesuai kebutuhan yang diinginkan masyarakat setempat.
“Agar tepat sasaran, kita melakukan survei dulu kebutuhan mendesak yang mereka inginkan. Tidak asal kirim bantuan,” pungkasnya. (Awn)

 

Read previous post:
PERINGATI HARHUBNAS – Sosialisasi Keselamatan Berlalu Lintas

BANTUL (MERAPI) - Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul menyosialisasikan keselamatan berlalu lintas di jalan kepada masyarakat, dalam rangka memperingati Hari Perhubungan

Close