Petani Gumpang Lega, Tanggul Jebol Kali Pleret Diperbaiki

Perbaikan tanggul jebol di Kali Pleret Gumpang, Kartasura dapat pengawasan bersama petani dan Kodim 0726 Sukoharjo. (MERAPI-Wahyu Imam Ibadi)
Perbaikan tanggul jebol di Kali Pleret Gumpang, Kartasura dapat pengawasan bersama petani dan Kodim 0726 Sukoharjo. (MERAPI-Wahyu Imam Ibadi)

SUKOHARJO (MERAPI) – Tanggul jebol di Kali Pleret di wilayah perbatasan Desa Gumpang dan Desa Ngemplak Kecamatan Kartasura dan Desa Mayang, Kecamatan Gatak akhirnya diperbaiki. Proses perbaikan sekarang sudah 90 persen dan akan diselesaikan secepatnya sebelum musim hujan. Perbaikan tersebut membuat petani lega karena seratusan hektare lahan pertanian bisa tercukupi mendapatkan air dan tidak lagi terkena banjir saat hujan dan kekeringan waktu kemarau.

Juru bicara petani Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura Suryanto, Minggu (16/9) mengatakan, para petani sangat berterimakasih pada Pemkab Sukoharjo karena telah memperhatikan keluhan. Sebab sejak tiga tahun lalu tanggul jebol akibat diterjang derasnya arus air saat banjir. Akibat kejadian tersebut petani mengalami masalah seperti saat musim kemarau karena air dari saluran terbung percuma ke sungai dan tidak mengalir ke lahan pertanian. Sedangkan saat hujan air justru menyebabkan banjir disejumlah sawah terdekat dengan tanggul jebol. Selain itu derasnya arus air juga membuat gerusan dan longsoran tanah bantaran.

Aliran air dari Kali Pleret tidak hanya digunakan oleh petani di Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura saja, sebab air juga digunakan petani di Desa Ngemplak Kecamatan Kartasura dan Desa Mayang, Kecamatan Gatak. Posisi kali di perbatasan membuat air dipakai bersama petani di tiga desa.

“Para petani di tiga desa khususnya di lingkungan kami di Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura megucapkan banyak terimakasih pada bapak Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya karena telah membantu perbaikan tanggul jebol di Kali Pleret,” ujarnya.

Perbaikan tanggul sudah dikerjakan sejak Agustus lalu sampai sekarang. Para petani saat perbaikan tanggul terus melakukan pengawasan dengan mendatangi lokasi hampir setiap hari. Hal itu dilakukan untuk memastikan pembangunan dikerjakan rekanan sesuai dengan perencanaan dan tidak melanggar ketentuan.

Para petani sejauh ini mengaku puas atas hasil perbaikan tanggul jebol sebab kondisi bangunan sesuai harapan. Setelah ini saat musim hujan diharapkan tidak ada lagi kejadian sawah banjir atau tanggul jebol lagi.

Perbaikan tanggul jebol dan talud pengaman diharapkan selesai secepatnya sebelum musim hujan. Sampai sekarang pengerjaan sudah terselesaikan sekitar 90 persen.

“Air dari saluran ini sangat diandalkan para petani untuk mengairi sawah khususnya di Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura. Kalau rusak jelas petani resah,” lanjutnya.

Kepala Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura Dwi Mogol Nuryanto mengatakan, tanggul jebol terjadi sekitar tahun 2015/2016 lalu saat ada banjir besar. Setelah jebol langsung dilakukan kerja bakti bersama melibatkan petani, Kodim 0726 Sukoharjo, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Sukoharjo, Pemerintah Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura dan warga masyarakat. Perbaikan dilakukan sementara saat itu dengan menggunakan karung berisi pasir dan batu.

Upaya perbaikan hanya bersifat sementara dan kembali jebol saat banjir datang lagi. Selanjutnya Pemerintah Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura mengajukan bantuan ke Pemkab Sukoharjo dan kemudian disetujui dilakukan perbaikan. Dalam proses perbaikan tersebut dilakukan secara total tidak hanya dilokasi tanggul jebol saja tapi juga dibeberapa titik talud atau lokasi lain yang sudah rawan longsor.

“Perbaikan utama di tanggul jebol dan diteruskan pada talud pengaman diperkirakan sepanjang 200 meter lebih. Data pasti ukuran dan anggaran dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Sukoharjo,” ujar Mogol.

Perbaikan tanggul dan talud secara keseluruhan dilakukan mengingat bangunan yang ada sebelumnya sudah tidak layak karena banyak kerusakan. Sebab bangunan tersebut merupakan peninggalan sekitar tahun 1970-an.

Pemerintah Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura mengucapkan terimakasih pada Pemkab Sukoharjo karena sudah memperbaiki tanggul. Hal serupa juga disampaikan ke Kodim 0726 Sukoharjo karena telah membantu pengawasan dan pembinaan pada petani berkaitan dengan pertanian.

“Meski Gumpang bukan daerah lumbung pangan seperti desa lain tapi dipastikan lahan pertanian disini tidak ada yang menganggur karena semua ditanami tanaman pangan oleh petani baik padi, jagung, kacang tanah, ketela dan singkong,” lanjutnya.

Mogol menambahkan, nantinya setelah perbaikan tanggul selesai para petani akan dikumpulkan untuk melihat hasil pengerjaan. Petani diajak bersama melihat dari dekat kualitas tanggul dan talud hasil perbaikan. Apabila ada keluhan maka bisa langsung disampaikan ke rekanan yang melaksanakan perbaikan.

“Tanggul itu utamanya untuk kepentingan petani dan setelah ada perbaikan mereka juga harus ikut membantu pengawasan bersama. Terpenting bangunan jangan dirusak dan dijaga bersama,” lanjutnya. (Mam)

Read previous post:
World Clean Up Day di Karanganyar, 200 Ribu Sukarelawan Pungut Sampah

KARANGANYAR (MERAPI) - Bersih-bersih lingkungan dalam rangka World Clean Up Day di Karanganyar diikuti 200 ribu sukarelawan dari berbagai lapisan

Close