4,5 HEKTARE HUTAN MERAPI TERBAKAR – TNGM Yogyakarta Intensif Patroli

Memandang Merapi dari Pasar Prambanan
Ilustrasi Gunung Merapi

SLEMAN (MERAPI) – Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Yogyakarta terus mengintensifkan patroli, agar kebakaran di lereng Merapi tidak terulang. Sosialisasi bahkan sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu. Salah satunya dengan memasang sejumlah rambu di sejumlah pintu masuk ke taman. Mengingat akses masuk ke wilayah TNGM itu banyak. Selain itu masyarakat setempat juga bisa keluar masuk untuk mencari rumput.

Hal itu diungkapkan Kasubag TU Balai TNGM Yogyakarta Akhmadi, menanggapi kebakaran di wilayah TNGM kepada Merapi, Jumat (14/9). Menurutnya, sosialisasi sudah dilakukan hingga ke tingkat desa di sekitar wilayah TNGM. “Setiap menjelang musim kemarau, patroli dan sosialisasi kita intensifkan. Meski untuk sosialisasi masih sebatas pemasangan spanduk, karena ada keterbatasan personil,” ujarnya.

Kegiatan tersebut bukan tanpa sebab. Pasalnya, Rabu (12/9) kemarin wilayah lereng Merapi terjadi kebakaran. Tepatnya di pinggir Kali Putih di atas dan 5 Srumbung Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Kejadian ini mengakibatkan 4,5 hektare lahan terbakar. Muncul dugaan kebakaran terjadi karena ada unsur kesengajaan.

“Kemungkinan disengaja oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Karena lokasi yang terbakar adalah semak-semak rumput kering. Tegakan pohonnya juga jarang. Jadi wilayahnya terbuka. Kecil kemungkinan terbakar dengan sendirinya. Karena suhu diatas tidak panas,” urainya.

Sampai sekarang petugas TNGM juga masih terus melakukan penyelidikan terkait kejadian ini. Di lokasi tersebut, kebakaran hutan juga pernah terjadi. Tepatnya tahun 2015 lalu dengan luas lahan 20 hektare. Sedangkan 2016-2017 nihil. (Awh)

Read previous post:
Perajin Batik Rumahan Keluhkan Kenaikan Biaya Produksi

SUKOHARJO (MERAPI) - Perajin batik rumahan di Sukoharjo ikut terkena dampak melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Close