DIBEKUK MARTAPURA FC 3-0 – PSS Kembali Terjungkal di Demang Lehman

 

MARTAPURA (MERAPI) – PSS Sleman menuai kekalahan ke-5 musim ini setelah kalah tiga gol tanpa balas dari Martapura FC di pekan ke-16 Liga 2 Grup Timur. Hasil laga yang berlangsung di Stadion Demang Lehman, Jumat (14/9) sore juga memperburuk rekor Laskar Sembada selama dua tahun terakhir yang tak pernah menang di kandang tim berjuluk Macan Gaib itu. Kekalahan 0-3 itu juga membuat posisi PSS melorot satu tingkat ke posisi dua dikudeta Madura FC yang menang 3-0 atas Blitar United di waktu bersamaan.

 

Pelatih Kepala PSS, Seto Nurdiyantoro usai pertandingan membeberkan sebab kekalahan Laskar Sembada. Bagi Seto, sejak awal PSS tidak mampu memanfaatkan banyak peluang di depan gawang Martapura. Sebaliknya, tuan rumah mampu memanfaatkan peluang di depan gawang yang dikawal Stya Beny.

 

Selain itu PSS tidak bisa tampil full team karena kehilangan dua gelandang pengatur serangan, Dave Mustaine dan Ilham Irhaz. Kehilangan keduanya memengaruhi daya dobrak PSS selama 90 menit.

 

“Sebenarnya pertandingannya menarik, kedua tim saling serang. Tapi kami tidak tampil full tim karena kehilangan dua gelandang pengatur serangan. Daya dobrak jadi berkurang tapi peluang kita banyak. Sayangnya eksekusinya masih lemah dibanding Martapura yang dapat sedikit peluang tapi bisa cetak gol. Gol pertama bikin kami down, padahal sudah saya ingatkan jangan membuat pelanggaran di dekat kotak penalti. Tapi tidak apa-apa, saya apresiasi perjuangan pemain hari ini,” kata Seto kemarin.

 

Dalam laga kemarin, Seto mencoba formasi 4-2-3-1. Seto kembali mempercayakan lini belakang pada Jodhi Kustiawan dan Arie Sandy dengan dua bek sayap Bagus Nirwanto dan Yericho Christiantoko. Minimnya lini tengah membuat Seto kembali menduetkan Taufiq Febrianto dengan Amarzukih sebagai gelandang jangkar meski keduanya punya kemiripan gaya permainan. Ichsan Pratama diplot sebagai playmaker dengan dua pemain sayap: Rifai Lastori dan Rangga Muslim. Sedangkan di lini depan Seto menurunkan I Made Wirahadi.

 

Komposisi ini menguasai lini tengah sejak menit awal. Bola-bola pendek PSS sulit dihentikan para pemain Martapura FC. Kerjasama Lastori-I Made Wirahadi-Ichsan Pratama pun kerap membahayakan gawang tuan rumah selama 15 menit pertama. Meski lebih banyak menyerang, pelanggaran yang dilakukan Jodi Kustiawan di area dekat kotak penalti menit 21 menjadi awal petaka PSS.

 

Tendangan bebas yang diambil Aditya Putra Dewa menit 23 gagal diantisipasi Stya Beni lalu mengubah skor menjadi 1-0. Usai gol ini mental para pemain menurun dan kerap melakukan pelanggaran yang selalu mendapat kartu dari wasit. Setelah wasit mengartu kuning Taufiq menit 29, ketegangan terjadi antara Amarzukih dan pemain lawan. Wasit pun kembali mengeluarkan kartu kuning ke Amarzukih.

 

Di awal babak kedua, Seto mengubah formasi menjadi 4-4-2. Ia menarik keluar Amarzukih lalu memasukkan Christian Gonzales yang berduet dengan I Made Wirahadi. Taktik ini moncer menit 52. Christian Gonzales yang mampu menarik banyak bek lawan melepaskan umpan pada Rangga Muslim yang tak terkawal. Sayang Rangga gagal menaklukkan kiper Martapura FC meski sudah berhadapan satu lawan satu. PSS kembali mendapat peluang menit 56 melalui tendangan jarak jauh I Made Wirahadi yang sayangnya masih melebar dari target.

 

Transisi PSS tampaknya masih bermasalah dalam pertandingan. Menit 62, kelemahan itu terlihat ketika serangan balik Martapura yang dibangun lini sayap mampu menghasilkan gol kedua tuan rumah yang dicetak Rahel Radiansyah. Tertinggal dua gol, Seto kembali memasukkan tenaga baru. Kali ini giliran Ilham Milla yang masuk menggantikan Rangga Muslim.

 

Namun PSS harus bermain dengan 10 orang usai Taufiq mendapat kartu kuning kedua menit 75. Martapura memanfaatkan situasi ini dengan membombardir pertahanan serangan PSS yang melahirkan gol ketiga yang dicetak Bowo menit 89. Skor 3-0 bertahan hingga akhir. (Des)

Read previous post:
BULUTANGKIS JAPAN OPEN – Dua Pasangan Indonesia ke Semifinal

  TOKYO (MERAPI) - Dua pasangan Indonesia lolos ke semifinal kejuaraan bulutangkis Japan Open. Namun tiga wakil lainnya gagal melaju

Close