DIGREBEK WARGA-Kakek-Nenek Mesum di Ladang

WONOSARI (MERAPI)-Sejoli lanjut usia (Lansia) yang diduga berselingkuh, kakek Bn (70) dan nenek Mw (70) warga Semanu, Gunungkidul digrebek warga saat mesum di ladang dekat kampung mereka, Kamis (13/9). Meski kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan, namun hingga Jumat (14/9) kemarin, masih banyak warga yang menggunjingkannya.
Nenek Mw diketahui telah menjanda, sedangkan kakek Bn memiliki istri, anak dan cucu.
Hingga kemarin kasus ini masih jadi perhatian khusus aparat Kepolisian Sektor Kecamatan Semanu. “Masalah ini sudah berhasil diselesaikan bersama warga secara kekeluargaan,” kata Bripka Kasno, salah seorang petugas Babinkamtibmas Polsek Semanu.

Mw dan Bn diketahui tinggal di kampung yang sama. “Kakek Bn sudah memiliki banyak cucu,” ujar seorang warga setempat. Dijelaskan warga yang enggan namanya disebut itu, dalam beberapa hari belakangan ini, istri Bn diketahui sedang pergi ke Jakarta untuk menengok anak dan cucunya. Saat ditinggal istrinya ke Jakarta itu digunakan Bn untuk berkencan dengan nenek Mw. Perbuatan sejoli manula inilah kemudian menimbulkan kecurigaan yang mengarah dugaan terjadinya perselingkuhan. “Bahkan tetangga nenek Mw sejak 6 bulan terakhir sudah curiga antara keduanya memiliki hubungan khusus,” ujar warga.
Terbongkarnya kasus ini bermula dari kecurigaan warga pada Kamis dinihari. Saat itu, di tengah gelapnya malam, keduanya berangkat ke ladang. Terang saja warga heran. Puluhan warga akhirnya mengawasi mereka. Warga pun membuntuti keduanya sampai ladang. Kecurigaan warga terbukti. Kedua sejoli manula itu ternyata pergi ke ladang untuk berbuat mesum.

Lantaran kondisi yang semakin tidak kondusif, warga serta puluhan pemuda langsung melakukan penggerebekan. Pasangan selingkuh itu pun kaget. Namun mereka tak bisa berbuat banyak.
Selanjutnya mereka langsung dibawa ke balai dusun untuk dilaporkan ke Polsek Semanu, Gunungkidul. “Keduanya tidak mengelak melakukan perbuatan mesum. Mereka juga mengaku hubungan asmara tersebut sudah terjalin selama beberapa bulan terakhir,” ucap Arif (35), salah satu saksi dalam kejadian tersebut.
Bripka Kasno menambahkan, mengingat usia dan berbagai pertimbangan, setelah dilakukan mediasi, perkara tersebut selesai dengan jalur kekeluargaan. “Dari pihak keamanan, pemuda dan tokoh masyarakat telah memberikan imbauan dan pembinaan bagi keduanya maupun keluarga yang bersangkutan agar tidak mengulangi lagi perbuatannya,” ujar Kasno. (Pur)

Read previous post:
HADAPI PERKEMBANGAN ZAMAN- Ikadin Siap Luncurkan Advo Square

  GONDOKUSUMAN (MERAPI) - Seiring perkembangan zaman, seorang advokat diharapkan tidak hanya sekadar pandai dalam beracara tapi juga harus mengikuti

Close