KMS SEGERA BERGANTI KSJPS-Pendataan Keluarga Miskin 2019 Mulai Diolah

Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi menyerahkan bantuan jaminan hidup atau aslut kepada para lansia pemilik KMS.
Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi menyerahkan bantuan jaminan hidup atau aslut kepada para lansia pemilik KMS.

UMBULHARJO (MERAPI) – Pendataan keluarga miskin untuk sasaran jaminan perlindugan sosial di Kota Yogyakarta masih berlangsung hingga tiga minggu ke depan. Sebagian hasil pendataan kini mulai diolah guna penilaian calon penerima Keluarga Sasaran Jaminan Perlindungan Sosial (KSJPS) tahun 2019 pengganti Keluarga Menuju Sejahtera (KMS).

“Progresnya masih pendataan di lapangan sampai tiga minggu ke depan. Sebagian wilayah sudah masuk pendataannya. Sudah mulai kami cicil olah data,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi Dinas Sosial Kota Yogyakarta Supriyanto, Selasa (11/9).

Menurutnya, penggunaan parameter baru dalam KSJPS tidak menjadi kendala para petugas di lapangan saat mendata. Itu karena para petugas pendata telah mendapatkan bimbingan teknis terkait parameter baru KSJPS. Begitu pula dengan warga calon penerima KSJPS karena hanya sebatas menjawab pertanyaan dari pendata.

Dia menyampaikan dengan parameter yang baru, formulir untuk mendata KSJPS yang harus diisi petugas lebih rinci. Pasalnya data-data KSJPS akan disinkronkan dengan basis data terpadu keluarga misin Kementerian Sosial.

“Tapi dari data yang masuk ada satu dua petugas harus kembali lagi ke rumah warga karen mungkin kurang detil dala pengisian formulir,” tambahnya.

Sedangkan pendataan di lapangan terhadap calon penerima KSJPS tahun 2019 yang diusulkan warga, dia menyatakan semua usulan itu bisa ditemukan petugas. Dinsos Kota Yogyakarta mencatat jumlah calon penerima KSJPS tahun 2019 yang didata meliputi penerima KMS tahun 2018 sebanyak 17.253 kepala keluarga (KK) dan usulan baru dari wilayah 7.488 KK.

“Semua bisa ditemukan petugas. Usulan yang baru dari wilayah diusulkan awal tahu kemarin, sehingga kemugkingan untuk pindah penduduk, kecil,” ujar Supri.

Sesuai tata kala yang ditetapkan sebenarnya olah data yang terkumpul dimulai Oktober 2018. Kemudian dilakukan uji publik kedua pada November terhadap data yang telah diolah itu. Lalu dilakukan verifikasi cepat jika masih ada yang perlu diverifikasi. Pengolahan data akhir ditargetkan kami selesai pada minggu pertama Desember lalu diusulkan ke walikota untuk ditetapkan.

Menurutnya dimungkinkan permasalahan dampak dari parameter baru KSJPS akan terlihat. Terutama jika ada keluarga yang sebelumnya masuk dalam daftar penerima KSJPS, tapi tidak masuk daftar penerima lagi.

“Mensikapi itu kami akan menjelaskan ke masyarakat jika ada yang belum puas terhadap hasil pendataan. Petugas mendata berdasarkan aspek da parameter yang telah ditetapkan,” ujarnya. (Tri)

Read previous post:
KOMPETISI PSSI YOGYA – Gol Penalti Menangkan TNH

  YOGYA (MERAPI) - PS TNH berhasil memetik kemenangan perdana pada kompetisi Liga 1 Askot PSSI Yogya 2018. Poin penuh

Close