Jadi Begal Motor, 3 Pelajar Dibekuk

SLEMAN  (MERAPI)-  Setelah buron hampir satu tahun, tiga orang pelajar pelaku perampasan motor yang terjadi di Balong, Bayen, Purwomartani, Kalasan, Sleman berhasil ditangkap Tim Resmob Progo Sakti Polda DIY, Rabu (5/9). Dengan sadis, para pelaku menendang korban hingga jatuh, menodongkan pisau kemudian merampas motor korban.
Akibat kejadian itu korban mengalamai kerugian motor Honda Beat senilai Rp 14 juta.
Kabid Humas Polda DIY AKBP Yuliyanto melalui Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda DIY AKBP Rizky Ferdiansyah kepada wartawan, Kamis (6/9) mengatakan, ketiga tersangka yang berhasil ditangkap yakni FI (16) dan DN (16) keduanya warga Maguwoharjo, Depok, Sleman dan RM (17) warga Wonogiri.
“Sesuai kartu identitas yang berhasil diamankan, ketiganya masih berstatus pelajar,” ujar Rizky. Menurut Rizky, ketiga tersangka ditangkap secara terpisah. Di mana satu tersangka diamankan di Tajem, Maguwoharjo, kemudian setelah dikembangkan dua tersangka lainnya menyusul ditangkap di Mbalongmbayen, Kalasan dan Muronayan, Maguwoharjo.
Menurut Rizky, dalam menjalankan aksinya, para tersangka mempunyai peran masing-masing di mana FI sebagai orang yang menodong dan merampas motor korban menggunakan pisau, RM berperan memboncengkan rekannya dan DN mengawasi lokasi sekitar.

“Sebenarnya saat beraksi ada empat pelaku yang terlibat. Namun satu lainnya masih kita kembangkan,” beber Rizky.
Dijelaskan, aksi perampasna motor itu terjadi pada 1 Oktober 2017 lalu. Saat itu korban melintas menggunakan motor Honda Beat di Dusun Balong, Bayen, Purwomartani, Kalasan.
Tahu korban sendirian, para pelaku membuntutinya dan memepet korban dengan menggunakan dua motor Kawasaki KLX. Setelah sampai di tempat sepi, para tersangka kemudian menendang korban hingga terjatuh. Saat korban tak berdaya, mereka menodongkan pisau dan motor Honda Beat dibawa kabur.
Setelah hampir satu tahun buron, ketiganya akhirnya berhasil diendus polisi. Mereka pun dibekuk di tempat berbeda. Menurut Rizky, pihaknya masih terus mendalami kasus tersebut. Meski para tersangka masih di bawah umur dan berstatus pelajar, namun tidak menjamin mereka bisa bebas dari jerat hukum. Penyidikan tetap berlangsung hingga pelimpahan berkas ke Kejaksaan.
“Para tersangka memang di bawah umur, namun tetap kami proses. Ada tersangka yang kami titipkan di Bapas dan ada yang kami kembalikan ke orangtua namun berkas tetap lanjut,” pungkas Rizky. (Shn)

Read previous post:
Yogya Terapkan Sidang Pelayanan Terpadu

UMBULHARJO (MERAPI) - Perbaikan akta kelahiran di pengadilan, proses sidang tindak pidana ringan dan sidang perceraian bagi warga Kota Yogyakarta

Close