Mobil Anggota ORI DIY Dibobol, Data Investigasi Raib

PAKEM  (MERAPI)- Kaca mobil Toyota Avanza bernomor polisi AB 1870 EH yang disewa oleh anggota Ombudsmen Republik Indonesia (ORI) DIY dipecah penjahat di Dusun Nepen, Candibinangun, Pakem, Sleman, Rabu (5/9) sekitar pukul 19.15. Akibatnya, KTP, SIM C, STNK, Kartu ATM BNI, Handphone merk Sharp MI Aquos dan dompet yang berisi uang tunai senilai 300 ribu raib. Di dalam HP itu terdapat data investigasi tentang pelayanan haji.
Kapolsek Pakem Kompol Haryanta kepada wartawan, Kamis (6/9) mengatakan, awalnya korban Ruliafiah (26), Asisten Ombudsman RI Perwakilan DIY, bersama dengan dua pegawai lainnya mendatangi rumah Ny Diah yang berada di tempat kejadian dalam rangka melakukan investigasi dan sosialisasi.
Kemudian, mobil diparkir di depan rumah Ny Diah tepatnya di selatan jalan menghadap ke timur. Sekitar 15 menit kemudian, korban diberitahu oleh pemilik rumah dan salah satu pegawai ORI lainnya yakni Erwinmasah, bahwa mobil kaca pintu sebelah kanan belakang pecah.

“Mengetahui hal tersebut, korban lantas mengecek barang-barang yang ada di dalam mobil. Setelah diperiksa, ternyata tas yang ditaruh di jok mobil bagian tengah telah hilang,” kata Haryanta.
Atas kejadian itu, korban berserta dua orang saksi langsung melaporkannya ke Mapolsek Pakem guna dilakukan penyelidikan. Mendapat laporan tersebut, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dengan memeriksa beberapa saksi serta mempelajari tempat kejadian perkara.
“Untuk pelaku masih dalam proses pengejaran dan masih dalam penyelidikan. Semoga dalam waktu dekat bisa segera terungkap,” pungkas Kapolsek.

Kepala ORI DIY, Budi Masturi yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, kejadian ini menyebabkan sejumlah data di dalam handphone hilang. Di antaranya dokumen investigasi pelayanan haji. “Untuk pengusutan lebih lanjut kami serahkan ke polisi,” ujarnya. Aksi pencurian ini memang menjadi misteri besar lantaran korbannya adalah anggota tim investigasi ORI. Tugas ORI sendiri sangat rawan karena menerima laporan atas dugaan Maladministrasi dalam penyelenggaraan Pelayanan Publik hingga melakukan investigasi atas prakarsa sendiri terhadap dugaan Maladministrasi dalam penyelenggaraan Pelayanan Publik.
“Saya kira pencurian biasa. Namun tak menutup kemungkinan ada motif lain,” ujar Budhi. (Shn/Riz)

Read previous post:
Amanat 5 September Embrio Keistimewaan Yogyakarta

SEWON (MERAPI) - Amanat 5 September 1945 merupakan salah satu momentum penting, karena menjadi embrio bagi kelangsungan eksistensi Kasultanan Yogyakarta

Close