MADURA FC KEMBALI KE PUNCAK – 2 Perbaikan PSS Sebelum Jamu PSBS

 

SLEMAN (MERAPI) – PSS Sleman bakal menjamu PSBS Biak Numfor di pekan ke-15 Grup Timur Liga 2 di Stadion Maguwoharjo Senin (10/9) mendatang. PSBS Biak Numfor bagi Pelatih Kepala PSS, Seto Nurdiyantoro bukan lawan enteng seperti Persegres yang mereka hancurkan 5-1 di kandang di pekan ke-14 kemarin.

 

Tim lawan baru saja sukses menahan imbang PSIM Yogyakarta 1-1 saat bertandang ke Stadion Sultan Agung. Menghadapi penghuni papan tengah klasemen sementara itu Seto ingin dua kekurangan yang terlihat saat PSS menghadapi Persegres bisa teratasi.

 

Kekurangan pertama yang terlihat dalam pertandingan adalah komunikasi. Para pemain di lapangan masih sering salah umpan karena masih kurangnya komunikasi. Tidak hanya Seto yang melihat persoalan ini. Bagus Nirwanto, bek kanan PSS juga mengatakan hal sama. Menurut Bagus, di awal pertandingan komunikasi antarpemain PSS masih belum maksimal hingga sering salah umpan. “Permainan harus lebih terorganisir. Pemain di awal pertandingan masih kurang komunikasi, babak kedua lebih tenang dan bisa rapi,” kata Bagus.

 

Seringnya salah umpan dalam laga melawan Persegres memang tidak begitu merugikan karena PSS selalu mampu kembali merebut bola. Namun, bagi Seto, kesalahan seperti itu tidak bisa ditolerir karena bisa saja sewaktu-waktu di awal pertandingan PSS kecolongan gol karena kesalahan komunikasi seperti ini.

 

“Sering salah passing ini cukup berbahaya apalagi kalau di daerah sendiri. Pemain kami juga masih sering kalah duel udara dan satu lawan satu. Yang menjadi sorotan kedua adalah penyelesaian akhir pemain yang kurang bagus kemarin. Dua PR ini harus kami perbaiki sebelum lawan Biak. Masih ada waktu,” tegas Seto.

 

Dari catatan statistik, PSS melakukan 19 tembakan ke gawang Persegres, 11 tepat sasaran dan delapan melenceng. Dari 11 tembakan yang mengarah ke gawang lawan, lima gol tercipta. Angka itu tidak terlalu buruk, namun Seto menilai enam tembakkan harusnya bisa menjadi gol, termasuk peluang emas Rifai Lastori yang tinggal berhadapan satu lawan satu dengan kiper.

 

“Memang penyelesaian akhir ini mau tidak mau harus segera diperbaiki. Percuma banyak peluang kalau persentase golnya sedikit. PSBS juga tim yang berbeda karakternya dengan Persegres kan,” sambungnya.

 

Catatan positif dari pertandingan lawan Persegres bagi Seto adalah kembali moncernya Christian Gonzales. Pemain naturalisasi asal Uruguay itu memang hanya mencetak satu gol namun perannya di lapangan sangat krusial bagi skema serangan Laskar Sembada. Seto melihat penguasaan bola pemain berjuluk El Loco itu sudah kembali begitu juga dengan fisiknya. Namun pelatih asal Kalasan itu juga memberi catatan tersendiri bagi Rian Miziar, Ilham Milla dan Taufiq Febrianto.

 

“Kemarin memang tidak turun 90 menit. Tapi saya lihat dia sudah kembali. Penguasaan bolanya bagus, fisiknya juga makin bagus. Susah merebut bola dari Gonzales, apalagi saat duel fisik. Ini kabar baik tentunya, mental pemain lawan PSBS nanti akan kembali terangkat. Milla juga sudah mulai padu jadi kabar baik juga saat Dave masih cedera. Untuk Rian Miziar PR-nya adalah bagaimana meningkatkan kecepatan dan lebih sabar bermain. Taufiq punya karakter sama dengan Amarzukih, jadi belum bisa padu saat main bersama, ” beber Seto.

 

Tekanan melawan PSBS bakal jauh lebih tinggi karena PSS kini memiliki nilai sama dengan pemuncak klasemen yakni 28 poin. Madura FC, yang ditahan imbang 1-1 melawan Persiwa Wamena, Rabu (5/9) kembali memuncaki klasemen sementara. Nilai yang dimiliki PSS dan Madura FC sama namun secara head to head, Laskar Sembada kalah sehingga harus rela tergusur ke peringkat kedua lagi. Peringkat ketiga ditempati Kalteng Putra dengan 26 poin. PSS butuh kemenangan lawan PSBS jika ingin menjaga peluang menjadi juara grup. (Des)

Read previous post:
BUPATI JAMU ATLET ASIAN GAMES ASAL SLEMAN – Tiap Atlet Dapat Uang Saku

  SLEMAN (MERAPI) - Pemerintah Kabupaten Sleman bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sleman menjamu sembilan atlet asal Sleman yang

Close