SIDANG PENCEMARAN NAMA BAIK- Dua Saksi Fakta Mangkir

 

Terdakwa Ecky Lamoh saat menjalani persidangan di PN Bantul. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Terdakwa Ecky Lamoh saat menjalani persidangan di PN Bantul. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

BANTUL (MERAPI) – Sidang pencemaran nama baik dengan terdakwa eks vokalis Edane, Alexander Theodore Lamoh atau Ecky Lamoh (57) Perum Trimulyo Blok III Jetis Bantul yang sedianya digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Selasa (4/9) batal dilakukan. Pasalnya dua saksi fakta yang telah dipanggil jaksa penuntut umum mangkir tak hadir di pengadilan.

“Kami mohon maaf dua saksi yang kami panggil tak bisa hadir karena baru ada acara ke luar kota,” ujar jaksa penuntut umum (JPU) Hartana SH di hadapan hakim Rajendra SH di Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Selasa (4/9).

Untuk itu penuntut umum tak akan memeriksa kedua saksi yang tak hadir tersebut. Selanjutnya pihak penuntut umum akan langsung memanggil 3 ahli dalam sidang berikutnya. Karena Selasa depan libur maka hakim menunda persidangan selama 2 pekan.

Diketahui sebelumnya, perkara ini bermula pada 2013 saat terdakwa melaporkan kakak iparnya Hadi Sutoyo dan istrinya Dana Christina ke Polres Bantul dengan dugaan penipuan dan penggelapan sertifikat tanah. Tetapi setelah 2 tahun terdakwa melaporkan perkaranya merasa laporannya mengendap di Polres Bantul. Sehingga timbul niat terdakwa untuk membuat atau menyebarkan informasi lewat akun facebook milik terdakwa tentang laporan agar diketahui publik maupun oleh pimpinan Kepolisian Republik Indonesia.

Setelah itu pada 22 September 2015 di depan Kantor DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, terdakwa membuat dan memposting status di halaman facebook dengan account Ev Alex Lamoh yang kemudian diubah menjadi Ecky Lamoh.

Dalam membuat postingan status di facebook tersebut terdakwa menyebutkan status hukum saksi Hadi Sutoyo sebagai tersangka penipuan dan penggelapan sertifikat.

Padahal waktu itu perkara yang dilaporkan terdakwa di Polres Bantul tersebut masih dalam proses penyidikan dan belum ditetapkan tersangkanya. Merasa nama baiknya tercemar saksi korban melapor ke Polda DIY.

Perbuatan terdakwa dijerat pasal 45 ayat (1) jo pasal 27 ayat (3) UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektonik sebagaimana diubah dengan UU No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektonik. (C-5)

 

Read previous post:
Tewas Saat Mabuk

  ORANG bisa mati dalam keadaan apapun. Tragisnya bila ia mati di saat pesta minuman keras (miras). Entah karena over

Close