Relokasi SMPN 14 Yogya Dilakukan Bertahap

Orangtua calon siswa memenuhi ruang verifikasi pendaftaran di SMP Negeri 9 Yogyakarta untuk jalur prestasi. (MERAPI-TRI DARMIYATI) 
Orangtua calon siswa di SMP Negeri 9 Yogyakarta dalam PPDB beberapa waktu lalu. (MERAPI-TRI DARMIYATI)

UMBULHARJO (MERAPI) – Rencana penambahan rombongan kelas (rombel) dan pemindahan SMPN 14 Yogya ke Yogya timur masih dimatangkan. Penambahan rombel dan pemindahan itu ditargetkan mulai dilakukan pada tahun depan untuk mengatasi persoalan penerimaan peserta didik baru dengan sistem zonasi. Terutama di wilayah yang tidak memiliki maupun jauh dari SMP negeri.

“Kami masih mematangkan rencana penambahan rombel dan pemindahan SMPN 14. Bagaimana mekanismenya dan komuniikasi ke Kemendikbud kaitannya dengan data pokok pendidikan,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Edy Heri Suasana, Minggu (2/9).

Penambahan rombel akan dilakukan di SMPN 10, SMPN 12 dan SMPN 13. Penambahan rombel di SMPN 10 Yogya sebanyak 2 kelas dengan pengembangan ruang kelas di sekolah itu. Sedangkan di SMPN 13 ditambah 4 rombel dengan memanfaatkan bangunan SD Negeri Suryodiningratan 3. SD itu akan dapat digabung dengan SD Negeri Suryodiningratan 1.

“Secara kapasitas di SD Suryodiningratan dengan 12 kelas bisa menampung tambahan rombel SMPN 13. Nanti kelas lainnya disesuiakan sarana prasarananya. Di SMPN 10 saat ini sedang pembuatan bestek untuk pengembangan sekolah,” terangnya.

Sementara penambahan rombel di SMPN 12 dilakukan dengan menggabungkan 4 rombel di SMP 14 Yogya yang lokasinya berdekatan menjadi satu SMPN 12. Sedangkan izin SMP 14 Yogya akan dipindahkan ke wilayah Yogya timur dengan memanfaatkan SDN Karangsari Kotagede. Pada tahap awal pemindahan hanya untuk siswa kelas 7 dari penerimaan siswa baru tahu depan sebanyak 4 rombel.

“Pemindahanya bertahap itu sesuai rekomendasi Kemendikbud. Siswa baru SMPN 14 Yogya akan menempati di SD Karangsari dan siswa kelas 8 dan 9 tetap akan melaksanakan pendidikan di SMP 14 Yogya di wilayah Yogya barat. Ada masa transisi dulu. Jadi gurunya yag bolak-balik dulu,” papar Edy.

Menurutnya pemindahan pembelajaran SMPN 14 Yogya bertahap dilakukan untuk meminimalisir dampaknya. Terutama bagi siswa yang selama ini sudah menempuh pendidikan di SMPN 14 Yogya karena sebagian besar dari masyarakat Yogya barat. Jika langsung dipindah semua ke Yogya timur akan jauh ke lokasi jarak sekolahnya.

“Di SD Karangsari ruanganya mencukupi untuk pembelajaran siswa. Kami akan koordinasi dengan Dinas PU untuk penyesuaian sarana prasarananya,” ujarnya.

Jika rencana itu telah matang, lanjutnya, Disdik akan melakukan sosialisasi ke masyarakat lewat camat dan kelurahan. Dengan penambahan rombeil di beberapa SMPN itu aka menambah daya tampung siswa pada penerimaan siswa baru tahun depan menjadi sekitar 3.000 kursi.

Diakuinya penambahan kursi itu sempat dikhawatirkan SMP swasta karena mengurangi peluang siswa masuk swasta. Tapi dia memastikan penambahan rombel di SMPN itu tidak akan berdampak signifikan ke SMP swasta. Pasalnya penambahan rombel SMPN masih tidak sebanding dengan jumlah siswa SD di kota yang lulus tahun 2019 mencapai sekitar 8.000 siswa, sehingga SMP swasta tetap memiliki peluang kuota cukup banyak. (Tri)

Read previous post:
Digencarkan Sosialisasi Aturan Penangkapan Kepiting

BANTUL (MERAPI) - Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul kini tengah menggencarkan sosialisasi peraturan penangkapan kepiting. Hal ini

Close