BOBOL RUMAH PIJAT REFLEKSI-Komplotan Maling Gondhol Motor dan 5 Handphone

SLEMAN (MERAPI)- Petugas Satreskrim Polres Sleman meringkus komplotan pencuri beranggotakan empat orang yang membobol sebuah rumah pijat refleksi di Sendangadi, Mlati, Sleman. Keempat pelaku datang saat korban tengah salat Subuh dan menggasak motor serta sejumlah HP.
Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti satu unit sepeda motor dan 5 handphone. Empat tersangka yang diamankan yakni N (21), RA (26), DS (21) dan AM (23) keempatnya warga Kaliangkrik, Magelang, Jawa Tengah.
Kasat Reskrim Polres Sleman, AKP Anggaito Hadi Prabowo kepada wartawan, Jumat (31/8) mengatakan, keempat pelaku beraksi pada pekan lalu. Saat itu mereka mendatangi sebuah rumah pijat refleksi di Sendangadi. Rumah pijat itu ditunggui oleh seorang karyawan, Mustamil (25) warga Wonosobo, Jawa Tengah.
Jelang Subuh, korban pun keluar rumah untuk pergi ke masjid. Saat korban beribadah itulah keempat pelaku beraksi. Mereka masuk paksa dan menggasak motor serta beberapa HP.

Beberapa saat berselang, korban pulang dari masjid. Dia pun kaget saat mendapati sepeda motor yang diparkir di depan tempatnya bekerja itu hilang. Selain itu, beberapa HP di dalam kamar juga raib. Mengetahui hal tersebut, korban lantas melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian guna dilakukan penyelidikan.
Polisi kemudian menyelidikinya. “Setelah memeriksa beberapa saksi, kami berhasil mengidentifikasi keempat tersangka. Mereka kami tangkap di daerah Magelang, Selasa (28/8). Beberapa barang bukti hasil curian juga berhasil diamankan, karena belum sempat dijual,” kata Anggaito.
Dijelaskan Kasat Reskrim, untuk barang bukti yang diamankan berupa satu unit sepeda motor dan lima buah smartphone.
Kepada polisi, keempat pelaku mengaku sebelum beraksi mengamati lokasi kejadian. Dalam menjalankan aksinya, tersangka saling berbagi tugas.
“Mereka ini tahu kalau korban selalu Salat Subuh di masjid. Karena itu mereka bagi tugas dan beberapa masuk ke tempat pijat refleksi untuk mencuri, lainnya ada yang jaga di luar,” jelasnya.
Dijelaskan Anggaito, saat mencuri HP di salah satu kamar yang tidak dikunci, tersangka menemukan kunci motor. Kemudian kunci diambil dan digunakan untuk membawa kabur motor korban. Keempatnya mengaku bahwa baru pertama kali melakukan kejahatan.

“Keempat tersangka saling mengenal, bahkan tinggal di satu kampung yang sama. Motif pencuriannya karena mereka ingin memiliki,” jelasnya.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, keempat tersangka harus meringkuk di ruang tahanan Polres Sleman. Tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan (Curat). Keempatnya terancam hukuman maksimal 7 tahun penjara.
Anggaito juga mengimbau kepada masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan. Baik pengamanan terhadap kendaraan, rumah atau tempat usaha.
“Kalau perlu pasang kunci ganda, dan kalau memungkinkan pasang kamera CCTV di rumah atau tempat usaha,” pungkasnya. (Shn)

Read previous post:
Droping Air Sudah Didanai CSR

TEMANGGUNG (MERAPI) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung tetap melakukan droping air pada masyarakat yang mengalami krisis air

Close