KLAIM TAK DIBAYARKAN DOMINASI ADUAN – Literasi Asuransi di Yogya Masih Rendah

MERAPI-TRI DARMIYATI  Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti, Kepala OJK Yogyakarta Untung Nugroho dan jajaran FWD Life saat meresmikan kantor cabang di Yogyakarta.
MERAPI-TRI DARMIYATI
Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti, Kepala OJK Yogyakarta Untung Nugroho dan jajaran FWD Life saat meresmikan kantor cabang di Yogyakarta.

PENGETAHUAN masyarakat mengenai asuransi dan kesadaran untuk menjadi peserta masih rendah. Asuransi yang menjadi salah satu bagian lembaga keuangan memiliki tanggung jawab untuk mengedukasi masyarakat. Apalagi ada sebagian masyarakat yang mengadukan persoalan asuransi ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Terutama mengenai klaim yang tak dibayarkan, sehingga pemahaman asuransi menjadi penting.

“Asuransi adalah lembaga keuangan yang literasinya masih rendah. Di Yogyakarta literasi asuransi baru sekitar 11 persen,” kata Kepala OJK Yogyakarta Untung Nugroho saat pembukaan Kantor asuransi jiwa FWD Life di Jalan Magelang, Kamis (30/8).
Dia menuturkan literasi keuangan dan edukasinya menjadi tanggung jawab bersama masyarakat. Asuransi sebagai salah satu lembaga keuangan juga memiliki tanggung jawab itu. Terutama menjelaskan hak dan kewajiban penyelenggara asuransi dan peserta asuransi.

Pihaknya mendukung upaya pembukaan kantor cabang FWD life di Yogyakarta, sehingga memudahkan menangani jika ada persoalan asuransi dari pesertanya. OJK selama ini telah menerima aduan dari masyarakat selaku peserta atau konsumen asuransi. Namun dia tidak bisa mendetailkan jumlah aduan asuransi di Yogyakarta.

“Aduan asuransi di OJK Yogyakarta ada tapi saya tidak hafal jumlahnya. Tapi kebanyakan adalah klaim asuransi yang tidak dibayarkan. Dari aduan itu kami lakukan mediasi kedua belah pihak. Setelah mediasi, baru dibayarkan,” terangnya.

Direktur Utama FWD Life Choo Sin Fook menyampaikan Yogyakarta dipilih menjadi kota ke-10 pembukaan kantor cabang FWD Life karena sebagai salah satu sentra ekonomi di Indonesia. Dengan hadirnya FWD Life diharapkan bisa menjangkau sekitar 3,6 juta penduduk Yogyakarta. Diakuinya literasi asuransi yang masih rendah di Yogyakarta menjadi tantangan penyelengara asuransi.

“Masyarakat harus tahu literasi keuangan. Kami lakukan edukasi literasi asuransi agar masyarakat tahu. Kami menggandeng komunitas lokal di Yogyakarta, termasuk para penyandang disabilitas untuk literasi keuangan dan lebih melek asuransi,” tutur Choo Sin Fook

Untuk memudahkan klaim asuransi pihaknya mengupayakan minimalisir pengecualian klaim. Misalnya untuk aktivitas berisik seperti pendaki tidak dikecualikan dalam pembayaran klaim asuransi FWD Life. Tetapi tetap ada yang dikecualikan seperti sengaja bunuh diri .Selain itu sebelum klaim dibayarkan akan ada analisis dahulu.

Director and Chief Agency Officer FWD Life Hendra Thanwijaya menambahkan untuk meingkatn literasi keuangan FWD Life mengedukias 100 agen dan ditargetkan sampai 500 agen. “Kami juga mendukung agen dengan teknologi untuk memberikan pelayanan asuransi,” imbuh Hendra.

Sementara itu Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti meminta penyelenggara asuransi memenuhi peraturan. Terutama mengenai hak dan kewajiban dari penyelenggara asurasnsi dan pesertanya. “Mohon sama mudahnya antara premi dan klaim. Jangan hanya preminya,” ucap Haryadi saat hadir membuka peresmian kantor cabang FWD Life Yogyakarta. (Tri)

 

Read previous post:
KARTUN – 31 Agustus 2018

Close