Pedangdut Xena Terancam 12 Tahun Penjara, Pengacara Maksimalkan Pembelaan

 

WATES (MERAPI) – Pedangdut ternama dari Yogyakarta, Xena Al Kautsar alias Xena Xenita (19), menjalani sidang perdana di PN Wates, Kamis (30/8). Xena duduk di kursi pesakitan setelah terjerat kasus penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Ia kedapatan membawa sembilan butir pil Hima, saat melintas di wilayah Karangnongko Wates, April lalu.

Sidang perdana Xena dipimpin Ketua Majelis Hakim, Marliyus, dengan agenda pembacaan surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dalam dakwaannya, JPU dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kulonprogo, Iman Fauzi membacakan dua dakwaan alternatif.

”JPU menyusun dakwaan alternatif. Dakwaan pertama adalah Pasal 197 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan juncto Pasal 53 Ayat 1 KUHP. Sedangkan dakwaan kedua adalah Pasal 196 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan juncto Pasal 53 Ayat I KUHP,” kata Kasi Intelejensi Kejari Kulonprogo, Yogi Andiawan Sagita.

Kedua dakwaan tersebut, mengarah pada penindakan terhadap percobaan pengedaran obat-obatan, sediaan farmasi atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar serta tidak memiliki khasiat. Ancaman hukumannya maksimal 12 tahun penjara dan denda hingga belasan miliar rupiah.

Setelah mendengar pembacaan surat dakwaan JPU, Hakim Marliyus menutup sidang perdana Xena. Sidang selanjutnya akan digelar Rabu (5/9) mendatang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari JPU.

“Siapa saja yang akan dipanggil sebagai saksi, masih kami koordinasikan,” kata Yogi.
Menanggapi hal ini, penasehat hukum Xena dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Nyi Ageng Serang, Gilang Pramana Seta tidak mengajukan eksepsi atau keberatan terhadap dakwaan yang dibacakan oleh JPU. Pihaknya akan memaksimalkan pembelaan melalui keterangan saksi.
“Pembelaan kita maksimalkan di keterangan saksi yang bisa meringankan,” katanya. (Unt)

Read previous post:
Kekeringan Meluas di Pati

PATI ( MERAPI ) - Kekeringan di wilayag kabupaten Pati semakin meluas. Warga di kecamatan Jaken, Pucakwangi mulai ada yang

Close