TETAP UPAYAKAN MAIN DI SSA – PSIM Tunggu Respons Bupati Bantul

 

YOGYA (MERAPI) – Manajemen PSIM Yogya memberikan harapan besar untuk bisa kembali bermain di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul pada sisa 4 laga kandang kompetisi Liga 2 Grup Timur musim 2018. Pengurusan izin ke pihak-pihak terkait sudah dilakukan dan kini masih menunggu respons dari Bupati Bantul.

 

Menurut Sekretaris PSIM, Jarot Sri Kastowo, pihaknya sudah mengirimkan surat ke Bupati Bantul, Suharsono terkait rencana audiensi. “Kami masih menunggu jawaban dari Bupati Bantul. Kami mengajukan surat untuk audiensi. Harapannya bisa bertemu Bapak Bupati untuk menggunakan SSA,” ujarnya kepada Merapi di Yogya, Rabu (29/8).

 

Tak hanya pengajuan surat untuk audiensi dengan Bupati Bantul, Jarot menyebutkan bahwa pihaknya juga melakukan koordinasi dengan kepolisian. “Kami juga sudah mengurus surat-surat perizinan ke kepolisian untuk izin keamanan. Kami terus berkoordinasi dengan Panpel (panitia pelaksana,red) untuk kelengkapan persiapan seperti laga-laga sebelumnya,” tuturnya.

 

Ditambahkan Jarot, pihaknya berharap sisa 4 pertandingan kandang yang dimiliki skuad Laskar Mataram bisa digelar di Stadion Sultan Agung. “Masih ada 4 sisa laga kandang di putaran kedua dan kami harap bisa bermain di Bantul,” imbuhnya.

 

Selain itu, khusus untuk laga melawan PSBS Biak, Jarot menyampaikan jika pihaknya berusaha semaksimal mungkin untuk digelar di Bantul. Hal itu tak lepas karena pada 5 September mendatang bertepatan dengan berdirinya klub kebanggaan masyarakat Yogya ini.

 

“Rencananya pada tanggal 5 September nanti juga ada semacam seremonial meski hanya sederhana. Makanya kami masih berkoordinasi agar bisa main di SSA, kan relatif dekat juga,” bebernya.

 

Dihubungi terpisah, Manajer PSIM, Erwan Hendarwanto membenarkan jika keputusan rapat manajemen dengan tim pelatih menyepakati untuk mengupayakan bermain di SSA. “Dalam rapat tadi malam (Selasa malam,red) memang belum ada kepastian untuk bermain di mana. Tapi secara prinsip kami sepakat, baik manajemen dan pelatih mengupayakan main di SSA,” terangnya.

 

Terlepas dari insiden yang mengakibatkan korban jiwa suporter, Erwan menjelaskan bahwa pelaksanaan pertandingan secara teknis sudah relatif baik ketika bermain di SSA. “Makanya kami berusaha untuk tetap di SSA. Namun, kami juga tetap berharap pengertian kepada suporter agar bisa menjaga sikap agar tidak berbuat yang merugikan tim,” jelasnya. (Oro)

Read previous post:
Puskesmas Temon II Siap Dioperasionalkan

TEMON (MERAPI) - Pembangunan gedung baru Puskesmas Temon II di kompleks relokasi Desa Palihan Kecamatan Temon Kulonprogo, telah selesai. Artinya

Close