DINILAI KURANG PIHAK- Gugatan Pengusaha Asal Taiwan Tak Diterima

 

Majelis hakim saat membacakan putusan dalam sidang di PN Yogya. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Majelis hakim saat membacakan putusan dalam sidang di PN Yogya. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

YOGYA (MERAPI) – Gugatan pengusaha asal Taiwan, Mr Lin Nan Kuei terhadap tergugat I PT Graha Kencana Megah, tergugat II Direktur Utama PT Graha Kencana Megah, Sugeng Nugroho dan tergugat III Komisaris Utama PT Graha Kencana Megah ke Pengadilan Negeri (PN) Yogyakarta dinyatakan tak dapat diterima. Putusan tersebut dibacakan majelis hakim yang diketuai Suryanto SH dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Yogya, Rabu (29/8).

Dalam pertimbangan hukumnya, majelis hakim menilai gugatan penggugat kurang pihak karena tak menarik Formalism Ltd sebagai pihak tergugat. “Padahal Formalism Ltd direkturnya adalah sebagai penggugat dalam perkara ini. Pertimbangan majelis hakim menjadi aneh masak penggugat harus menggugat dirinya sendiri,” ujar kuasa hukum penggugat, Oncan Poerba SH didampingi Willyam H Saragih SH kepada wartawan usai pembacaan putusan.

Selain gugatan penggugat tidak diterima, majelis hakim juga menyatakan eksepsi para tergugat tak diterima. Sehingga dalam putusannya, hakim mengambil pertimbangan sendiri agar Formalism Ltd digugat karena sebagai pihak. Tetapi kuasa hukum penggugat memilih untuk mengajukan banding atas putusan tersebut.

Sementara salah satu kuasa hukum tergugat, Wendy Sanjaya SH mengaku puas meski eksepsi tak diterima dan tidak dijadikan pertimbangan putusan hakim. Tetapi dari putusan itu majelis hakim telah memenangkan para tergugat. Untuk itu pihaknya beranggapan apa yang dilakukan para tergugat tak tidak memenuhi unsur perbuatan melawan hukum.

Seperti diketahui sebelumnya, awalnya pada akhir 2014 tergugat II dan III menawarkan kepada penggugat untuk melakukan pemesanan 60 unit condotel The Malioboro Heritage di Jalan Ketandan Ngupasan Gondomanan Yogyakarta. Selanjutnya penggugat melakukan pembayaran pada 4 Januari 2015 sebesar US $ 100.000 kemudian pada 23 Januari 2015 sebesar US $ 100.000 sehingga total keseluruhan US $ 200.000.

Setelah melakukan pembayaran itu pembangunan condotel tak pernah terwujud dan para tergugat tak mengembalikan uang. Para tergugat telah inkar janji atau wanprestasi. Perbuatan para tergugat mengakibatkan tidak dikembalikan uang penggugat dan sepatutnya diberi ganti kerugian 2 % dari US $ 200.000 sejak Januari 2015. Selain itu juga mengalami kerugian biaya transportasi dan akomodasi penggugat ke Indonesia mencapai Rp 27,625 juta. (C-5)

 

Pin It on Pinterest

Read previous post:
DI RUMAH SERING TERJADI KERIBUTAN- Frustasi, Ngadiyo Gantung Diri

  BANTUL (MERAPI)- Warga Mrisi Desa Tirtonirmolo Kasihan Bantul geger setelah seorang warganya ditemukan meregang nyawa dengan cara gantung diri,

Close