PELATIH PSS YAKIN LEWATI BADAI – Cedera Jodi Mengkhawatirkan

 

SLEMAN (MERAPI) – Tim Pelatih PSS Sleman memastikan penyembuhan cedera yang dialami Jodi Kustiawan saat latihan akan memakan waktu lama. Jodi pun terancam absen saat Laskar Sembada menghadapi Persegres Gresik United dalam lanjutan Liga 2 Grup Timur di Stadion Maguwoharjo Rabu (4/9) mendatang. Jodi menambah panjang deretan cedera pemain PSS setelah Slamet Budiono, Zamzani, Dave Mustaine, dan Adi Nugroho.

 

“Mungkin penyembuhannya agak lama untuk Jodi. Pastinya kami tidak tahu akan seberapa lama namun penanganannya pastinya sudah disiapkan. Tapi kami bersyukur bahwa cedera Zamzani mulai pulih, minggu depan sudah bisa kembali. Kami minta doa juga untuk Adi, minggu ini dia naik meja operasi untuk penyembuhan,” kata Asisten Pelatih PSS, Danilo Fernando Selasa (28/8) petang.

 

Jodi sendiri didatangkan dari Persela Lamongan menggantikan Hisyam Tolle yang didepak di paruh musim. Kedatangannya makin memporkokoh benteng pertahanan PSS yang hingga kini mendapat predikat sebagai tim yang memiliki pertahanan terkuat dari seluruh peserta Liga 2. Kehilangan Jodi jelas berita buruk bagi tim yang mulai mencoba duet Rian Miziar dan Arie Sandy di jantung pertahanan. Namun Tim Pelatih berharap Jodi bisa segera pulih.

 

“Jodi memang pemain yang cukup penting. Dia juga kapten. Kami sampai sekarang dalam latihan terus mencari sosok pelapis yang tepat bagi tim. Kami otak-atik siapa yang bisa melapis Jodi dan Zamzani di lini belakang, duet yang bagaimana juga kami terus berusaha temukan. Masih ada waktu,” sambung Danilo.

 

Pelatih Kepala PSS, Seto Nurdiyantoro yakin PSS bisa melewati fase badai cedera ini. Bukan kali ini saja PSS mendapat masalah serius saat menjalani liga. Di paruh pertama, mereka bermasalah di lini depan. Gonzales tak bisa memperkuat tim karena statusnya dicabut PT LIB. I Made Wirahadi waktu itu juga bermasalah dengan cedera. Bahkan PSS terpaksa memoles Adi Nugroho yang berposisi sebagai gelandang serang menjadi penyerang murni.

 

“Dalam situasi apapun kami bisa melewati hal seperti ini dengan memaksimalkan apa yang ada,” komentar Seto yang tengah mengikuti kursus pelatih AFC di Bandung itu.

 

Seto membawa ingatan kembali ke awal musim. Tidak adanya striker murni dalam tim mampu diatasi. Secara alamiah muncul nama Slamet Budiono yang menjadi predator di depan gawang lawan. Slamet pun mampu mengatasi krisis lini depan Laskar Sembada. Saat performa Slamet menurun bahkan cedera seperti sekarang muncul nama Rangga Muslim yang mampu mengatasi persoalan. Apalagi tipikal permainan Rangga memang mirip dengan Slamet yang bisa membuka ruang bagi penggawa lain maupun mencetak gol.

 

“Saya punya target di kompetisi dan hasil lawan PSIS kemarin jadi motivasi saya ketika dipercaya pelatih. Untuk permainan, tipikal permainan saya seperti itu, pokoknya saya sebisa mungkin mencari ruang agar temen-temen saya bisa masuk ke depan,” kata Rangga Muslim. (Des)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
MERAPI-SAMENTO SIHONO Di rumah inilah korban ditikam oleh seorang pria yang diduga kekasihnya.
USUS PELAKU TERBURAI-Kabur dengan Perut Tertikam Pisau

GAMPING (MERAPI)- Usai melakukan penikaman terhadap korban YN, pelaku OC diketahui menikam perutnya sendiri menggunakan pisau. Meski dalam kondisi bersimbah

Close