AMM KOTA YOGYAKARTA – Perkuat Tali Silaturahmi Remaja Masjid

MERAPI-SULISTYANTO Irama atau musik ikut dinilai dalam lomba takbir.
MERAPI-SULISTYANTO
Irama atau musik ikut dinilai dalam lomba takbir.

ANGKATAN Muda Muhammadiyah (AMM) Kota Yogyakarta mempunyai beberapa agenda tahunan. Satu di antaranya Jogja Takbir Festival (JTFest) yang dilaksanakan pada malam Hari Raya Idul Adha ataupun hari tasyrik.

Menurut salah satu panitia JTFest 2018, Ahsanul Fikri, tujuan kegiatan ini antara lain untuk memperkuat tali silaturahmi antar pemuda dan remaja masjid. Selain itu bagian dari usaha menegaskan AMM Kota Yogyakarta tetap eksis untuk berdakwah menggembirakan amar ma’ruf nahi munkar dan berkontribusi maksimal untuk memajukan masyarakat di Kota Yogyakarta khusunya dan DIY pada umumnya.

“Peserta JTFest tak hanya dibatasi dari Kota Yogyakarta, namun dari luar Kota Yogyakarta juga bisa. Tak sedikit peserta asal Sleman dan Bantul antusias mengikutinya,” ungkap Fikri, baru-baru ini.

Adapun tema yang diambil JTFest pada tahun ini, yaitu Merajut Ukhuwah dalam Kebudayaan Nusantara. Pelaksanaannya di kawasan Jalan Malioboro dengan titik start di berada di kantor DPRD dan menampilkan display di titik Nol KM. Pada titik inilah juri memberikan penilaian antara lain terkait takbir, irama, maskot, kostum, akhlak, display hingga titik finish berada di depan Loop Station.

“Pada tahun ini, JTFest 2018 diikuti peserta sebanyak 24 kabilah  terdaftar. Peserta terdiri dari masjid-masjid di Kota Yogyakarta dan sekitarnya dan karena banyak peserta antusias mengikuti, diharapkan dapat terus menjadi agenda rutin tahunan AMM Kota Yogyakarta,” jelasnya.

Ditambahkan AMM Kota Yogya merupakan forum gabungan seluruh organisasi otonom Muhammadiyah dibentuk dari organisasi otonom Muhammadiyah tingkat Kota Yogyakarta seperti Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Hizbul Wathan, Tapak Suci Putera Muhammadiyah, IMM Djazman Al-Kindi, IMM AR Fakhruddin dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). AMM Kota Yogya berada dibawah naungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta. Kegiatan JTFest didukung juga Majelis Pendidikan Kader (MPK) PDM Kota Yogyakarta, Gubernur DIY, pemerintah Kota Yogyakarta dan dinas-dinas terkait. Tak ketinggalan pihak Kepolisian, KOKAM, Koramil, FKKAU, Pambudaya, UPT Malioboro dan pemerintah kecamatan di Kota Yogya.

Berhasil menjadi juara Umum dalam even ini, yakni kabilah dari Masjid Jogokariyan Yogya. Sedangkan juara I perkategori, yakni Masjid Jogokariyan (Umum), An Nuha Purbayan (Takbir), Karisma Modalan (Maskot), Forum Remaja Muslis Muja-Muju ‘FRMM’ (Irama), Masjid Besar Mangkuyudan (Kostum), FRMM (Display) dan Masjid Al-Azhar Sosrowijayan (Akhlak).
Sementara itu juara lomba takbir yang diprakarsai AMM Godean Sleman, berhasil menjadi juara I sampai III, yakni Jemaah Al-Qodr (Rewulu Kulon), Ar-Rohmat (Sembuh Wetan) dan Al Amin (Ngawen). Juara harapan I sampai IV, yakni Al Falaah (Mertosutan), Al Ikhlas (Rewulu Wetan), Al Hasanah (Nogosari) dan Baitussalam (Senuko). (Yan)

 

Read previous post:
Pelatih PSS Tunggu Kondisi Slamet Budiono

  SLEMAN (MERAPI) - Winger sekaligus pemain tersubur PSS Sleman musim ini, Slamet Budiono, terpaksa ditarik keluar di awal pertandingan

Close