Nyetir Sambil Main HP, Mobil Hantam Motor

KRETEK (MERAPI)-  Mobil Hoda Mobilio yang dikemudikan Desi Kusuma Wardani menabrak motor penjual kripik singkong, Suyono di Jalan Parangtritis, Duwuran, Kretek, Bantul, Senin (27/8) pagi. Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Diduga, tabrakan disebabkan karena pengemudi mobil yang main handphone sambil nyetir.
Akibat kejadian itu, Suyono yang mengendarai motor jenis Honda Supra mengalami luka-luka dan patah kaki.
Menurut keterangan, tabrakan terjadi pukul 10.00 pagi. Awalnya mobil bercat putih itu melaju dari arah Pantai Parangtritis menuju ke utara. Salah seorang warga di lokasi kejadian menyebut mobil bernomor polisi B-1670-KRR itu tiba-tiba masuk ke jalur berlawanan saat sampai di Dusun Duwuran. Pada saat bersamaan, muncul dari arah utara sepeda motor warna hitam yang dikendarai Suyono membawa rombong berisi keripik singkong. Tabrakkan pun tidak terelakan, kedua kendaraan bertabrakan layaknya adu banteng.

“Pengemudi mobil katanya sedang main HP dan tidak tahu kalau ada motor dari arah depan,” sebut saksi mata seorang pria yang enggan disebut namanya.
Akibat kejadian ini, motor bernomr polisi AB-5868-DU itu ringsek pada bagian depan. Keripik yang dibawa korban pun berceceran bercampur pecahan kaca. Sementara mobil yang dikendarai Desi Kusuma rusak pada bagian depan. Kajaga Pos Lalulintas Angkruksari, Bripka Darsono mengatakan, dugaan sementara tabrakan disebabkan pengemudi mobil yang diketahui warga Grogol, Parangtritis tersebut kurang fasih dalam berkendara. Jika dilihat dari posisi kendaraan, mobil masuk ke jalur berlawanan dan tabrakan dengan pengendara lain. “Mobil dari arah selatan, posisi mobil dan titik tabrakan di lajur yang berlawanan,” sebutnya.

Bripka Darsono menambahkan, pengendara motor sesaat setelah kejadian masih sadarkan diri namun mengalami luka cukup serius dan patah tulang kaki. Sehingga langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. Sementara, pengemudi mobil tidak mengalami luka hanya terkihat syok. “Pengemudi mobil sendirian, tidak membawa penumpang,” sebutnya.
Sementara itu, pemilik warung tidak jauh dari lokasi kejadian, Kadarti menyebut jalan menikung ini sering terjadi kecelakaan lalulintas. Bahkan beberapa kali menyebabkan korban meninggal dunia. Kejadian paling parah terjadi beberapa tahun lalu di mana sebuah mobil menyeruduk pengendara lain dan warga di pinggir jalan. “Jalan ini memang sedikit menikung, jadi rawan kecelakaan. Inikan tikungan pertama setelah masuk TPR,” ungkapnya.  (C1)

Read previous post:
Bekas Gedung Bioskop Jadi Sentra Pedagang Malioboro, Paguyuban PKL Belum Diajak Rembugan

GONDOMANAN (MERAPI) - Pembangunan eks Bioksop Indra yang rencananya untuk sentra Pedagang Kaki Lima (PKL) Malioboro masih dilakukan. Namun sampai

Close