WIDODOMARTANI DESA MANDIRI GEMAR MEMBACA – Membina Desa Membentuk Perpusdes

MERAPI-AWAN TURSENO Sri Winarti menerima kenang-kenangan buku dari Heruyono.
MERAPI-AWAN TURSENO
Sri Winarti menerima kenang-kenangan buku dari Heruyono.

NGEMPLAK (MERAPI) – Desa Widodomartani, Ngemplak telah dinobatkan sebagai Desa Mandiri Gemar Membaca pertama tingkat DIY. Atas keberhasilannya, kini ditugasi Perpustakaan Nasional (Perpusnas) untuk membina desa lain dalam membentuk Perpustakaan Desa (Perpusdes).

Kepala Desa Widodomartani, Heruyono menyampaikan, tugas untuk membagi strategi keberhasilan membentuk Perpusdes akan dilaksanakan dengan masyarakat dan tokoh-tokoh penggerak di tingkat dusun. Hal ini dilakukan karena predikat Desa Widodomartani menjadi Desa Mandiri Gemar Membaca atas kerjasama dengan mereka.

“Kami dapat mendirikan perpustakaan hingga tingkat pedukuhan karena kerjasama yang baik dengan tokoh-tokoh masyarakat,” katanya saat menerima kunjungan Persatuan Wartawan Peliput Sleman (PWPS) bersama Kabag Humas Sri Winarti di kantor desa setempat, Kamis (23/8).

Menurut Heruyono, terbentuknya Perpusdes berawal pada akhir tahun 2013, dia bekerjasama dengan Kasi Pelayanan membuat pojok baca. Tahun 2014, pihaknya mendapat bantuan dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Sleman beberapa buku dan rak untuk mengembangkan dari pojok baca menjadi perpustakaan.

Perpustakaan yang dimiliki kemudian ikut lomba tingkat Kabupaten Sleman dan meraih juara pertama. Tahun 2015, mewakili kabupaten untuk maju lomba tingkat provinsi, berhasil memboyong sebagai juara pertama. Dilanjutkan tahun 2016 maju tingkat nasional (Jawa, Sumatera, Bali) mendapat juara.

Keberhasilan tersebut terus dikembangkan hingga tingkat pedukuhan. Kini, dari 19 pedukuhan yang ada telah terbentuk 16 Perpustakaan Dusun. Ditargetkan, tahun 2018 semua pedukuhan telah memiliki perpustakaan. Bahkan Perpustakaan Desa akan menjadi ikon bagi Desa Widodomartani.

“Kami optimis seluruh pedukuhan akan memiliki perpustakaan. Perpusnas telah membantu 400 buku senilai Rp 80 juta untuk menambah koleksi. Nantinya, buku yang ada akan kita rotasi sehingga masyarakat tidak jenuh,” lanjutnya.

Dijelaskan, perpustakaan sangat penting bagi masyarakat untuk menambah wawasan dan ilmu di segala bidang. Biaya yang digunakan juga tidak terlalu mahal, tetapi manfaatnya sangat besar. Awalnya, Pemerintah Desa Widodomartani menggunakan anggaran Rp 7,5 juta untuk membuat pojok baca. Untuk mendorong minat baca masyarakat lebih tinggi, desa mengeluarkan anggaran sebesar Rp 120 juta untuk membeli satu unit mobil perpus. Armada tersebut digunakan untuk keliling ke sekolah-sekolah dan kegiatan di dusun.

“Perpusdes menerapkan jemput bola. Bukan hanya di sekolah, tetapi Posyandu, kegiatan kampung maupun kelompok tani dan ternak. Karena koleksi buku yang ada meliputi pendidikan dan pegetahuan umum seperti pertanian dan peternakan,” imbuhnya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Sleman AA Ayu Laksmi Dewi menambahkan, terdapat 16 desa rintisan yang ada di Kabupaten Sleman. Seluruh desa tersebut sangat berpotensi menjadi desa mandiri dalam gerakan membaca tergantung dari respon kemauan desa tersebut dan peran kepala desa setempat.

Kemudian ia menambahkan bahwa anggaran dana desa boleh digunakan dalam mendorong  pengembangan perpustakaan guna tercapainya program gerakan desa mandiri membaca tersebut.
Begitu pula pihaknya telah memberikan edukasi atau pelatihan bagi guru PAUD terkait keahlian bercerita di depan anak didik. Pasalnya dengan cerita, akan mendorong anak menjadi gemar membaca. (Awn)

 

Read previous post:
KEMARAU RENTAN TERJADI KEBAKARAN – 4 Lokasi Perkebunan Jati Dilalap Api

WONOSARI (MERAPI) - Empat lokasi kebun jati milik 4 warga Desa Karangrejek Kecamatan Wonosari, Gunungkidul hangus terbakar, Rabu (22/8) petang.

Close