Populasi Ternak Didata Ulang, 1.686 Ekor Sapi dan Kambing Hewan Kurban Disembelih

MERAPI-ATIEK WIDYASTUTI H Aktivitas di Pasar Hewan Jangkang Ngemplak.
Ilustrasi.

SUKOHARJO (MERAPI) – Sebanyak 1.686 ekor sapi dan kambing disembelih sebagai hewan kurban saat Idul Adha. Rinciannya 608 ekor sapi dan 1.078 ekor kambing terpantau di 112 masjid. Dari jumlah tersebut diketahui ada 28 ekor sapi dan 2 ekor kambing terjangkit penyakit cacing hati.

Temuan tersebut ditindaklanjuti petugas dengan meminta pada panitia kurban segera mengubur bagian hati bercacing. Usai Idul Adha petugas akan melakukan pendataan ulang populasi hewan ternak.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Yuli Dwi Irianto Minggu (26/8) mengatakan, sudah selesai melaksanakan pemantauan secara keseluruhan pada pelaksanaan penyembelihan hewan kurban. Petugas memantau secara acak di 112 masjid disejumlah wilayah. Hasilnya diketahui ada 608 ekor sapi dan 1.078 ekor kambing disembelih saat Idul Adha kemarin. Dari jumlah tersebut tidak semua dalam keadaan sehat dan ada temuan penyakit.

Diketahui ada 28 ekor sapi dan 2 ekor kambing berpenyakit cacing hati saat disembelih. Temuan didapati baik langsung oleh petugas saat disembelih maupun laporan dari masyarakat. Saat ditemukan tersebut petugas langsung meminta untuk tidak dikonsumsi dan dipisahkan dengan daging kurban yang akan dibagikan pada masyarakat. Hati sapi dan kambing bercacing kemudian diminta petugas dibuang dengan cara dikubur.

Temuan hewan kurban berpenyakit tersebut dianggap cukup banyak dan membuat kaget petugas. Sebab sebelumnya sudah dilakukan pengawasan ketat dengan memantau langsung sapi dan kambing baik di pasar hewan maupun ke peternakan. Bahkan petugas juga telah memberikan obat dan vitamin untul hewan kurban dengan harapan sapi dan kambing sehat saat disembelih.

Hati sapi dan kambing sampai ditemukan penyakit bercacing disebabkan karena cacing faciola. Penyebabnya karena telur cacing faciola keluar dari kotoran sapi dan kambing yang terserang penyakit cacing hati. Kotoran bersama telur yang jatuh ke tanah kemudian berkembangbiak dan menetas menjadi mirasidium. Setelah itu mirasidium tersebut dapat menembus tubuh siput dan berkembangbiak menjadi cercaria.

Cercaria masuk dalam keluarga siput dan menempel pada rumput. Rumput ini kemungkinan dimakan sapi dan kambing dan menyebabkan hewan terserang penyakit cacing hati.

“Kebersihan sangat berpengaruh pada hewan ternak yang dijadikan hewan kurban. Baik kandang dan pakan sapi dan kambing memang harus bersih agar tidak terserang penyakit cacing hati. Temuan hati sapi dan kambing bercacing harus dibuang dengan dikubur dan tidak boleh dikonsumsi,” ujarnya.

Usai penyembelihan dan pembagian daging kurban sekarang Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo fokus pada hewan ternak tersisa. Peternak harus tetap mengembangbiakan sapi dan kambing tidak hanya untuk diri sendiri namun juga daerah. Sebab hasil dari ternak tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan daging.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Netty Harjianti mengatakan, akan melakukan pendataan ulang untuk mendapatkan data valid tentang hewan ternak baik sapi dan kambing. Data disasar yakni sapi dan kambing yang sudah disembelih saat Idul Adha dan tersisa di pasar hewan dan peternak.

Data sangat dibutuhkan Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo untuk menjaga sebagai daerah swasembada daging. Para peternak terus didorong untuk mengembangkan ternaknya menjadi banyak.

“Sektor peternakan jadi andalan Sukoharjo sebab ternak sapi jadi andalan daerah sendiri dan daerah lain bahkan nasional. Data populasi hewan ternak kami lakukan ulang untuk memastikan sapi dan kambing tersisa,” ujar Netty.

Pengembangan ternak sapi dilakukan dengan memperbanyak kelompok peternak sampai ditingkat desa. Sistem tersebut didorong tidak hanya untuk meningkatkan hewan ternak saja tapi juga usaha peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor peternakan.

Diperkirakan jumlah sapi dan kambing yang disembelih sebagai hewan kurban lebih banyak. Sebab petugas hanya memantau 112 masjid dan menemukan ada 1.686 ekor hewan kurban disembelih. Pemantauan hanya dilakukan secara acak dan belum semua masjid dan tempat penyembelihan hewan kurban dipantau karena keterbatasan petugas. (Mam)

Read previous post:
Sedekah Dam Parakan Tandai 51 Tahun Dampingi Petani

KARANGANYAR (MERAPI) - Keberadaan Dam Parakan di Kelurahan Bolong, Karanganyar Kota diandalkan mengairi ratusan hektare sawah selama lebih dari setengah

Close