12 ORANG TERSANGKA NARKOBA DIAMANKAN-Kulakan Rp 5 Juta, Dijual Rp 20 Juta

MERAPI-SUKRO RIYADI AKP Andhyka Donny Hendrawan SH SIK menunjukkan barang bukti sitaan dari para tersangka narkoba
MERAPI-SUKRO RIYADI
AKP Andhyka Donny Hendrawan SH SIK menunjukkan barang bukti sitaan dari para tersangka narkoba

BANTUL (MERAPI)-  Petugas Satuan Narkoba Polres Bantul mengamankan 12 orang tersangka narkoba dalam operasi yang digelar selama sebulan terakhir. Mereka dibekuk setelah terlibat peredaran pil koplo dan tembakau gorila. Pengedar tembakau gorila mengaku nekat berbisnis narkoba karena kepincut keuntungan berlipat.
Hingga Jumat (24/8), para tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Bantul. Dari tangan para tersangka, petugas menyita barang bukti di antaranya tembakau gorila seberat 109 gram, 20 amplop dan 20 hologram. Dari 12 oang yang dibekuk, tiga terlibat tembakau gorila sedang sisanya penjualan pil koplo. Tiga pelaku bisnis gorila yang dibekuk yakni Sp warga Mergangsan Yogyakarta, Dm warga Kasihan Bantul serta Hr warga Depok Sleman. Sedang 9 orang tersangka kasus pil koplo yakni Ps warga Kretek, Ak, St, An, Py serta Mt semuanya warga Sewon, Ar dan Pe warga Kasihan serta Ds warga Sedayu.

Kasat Narkoba Polres Bantul AKP Andhyka Donny Hendrawan SH SIK kepada wartawan, Jumat (24/8) mengatakan, pelaku yang pertama ditangkap adalah tiga pengedar tembakau gorila. Penangkapan pengedar tembakau gorila tersebut bermula dari penyelidikan petugas di lapangan.
Selama penyelidikan, petugas mencurigai Sp warga Mergangsan sebagai salah satu pengedar tembakau gorila di wilayah Bantul. Selanjutnya petugas memantau gerak-gerik Sp yang baru saja keluar dari sebuah rumah di daerah Kasihan Bantul. Tidak mau buruannya lepas, di tengah perjalanan petugas menyergap Sp dan langsung dilakukan penggeledahan. Petugas menemukan beberapa linting tembakau gorila.

Setelah mendapatkan Sp, petugas bergerak menuju rumahnya di Mergangsan Yogyakarta. Di rumah Sp, petugas juga menyita sejumlah barang bukti. Kepada petugas, Sp menyebut nama Hr orang yang baru saja didatangi sebelum dilakukan penyergapan. Sp juga mengakui jika tembakau gorila itu didapat dari Hr. Mendapat informasi itu petugas menuju rumah Hr di Kasihan Bantul dan langsung diamankan. Sementara barang bukti oleh Hr disimpan di rumah pacarnya. Andhyka mengatakan, baik Sp atau Hr bisa dikatakan sebagai pengedar sekaligus pemakai. Biasanya barang haram itu diedarkan dan sudah dikemasi dalam paketan.
“Tetapi ketika akan dikonsumsi sendiri dikemas dalam bentuk lintingan,” ujarnya.
Dia mengatakan, pengedar tembakau gorila bisa meraup keuntungan hingga jutaan rupiah setiap kali transaksi. “Ketika kulakan itu kisaran harga Rp 5 juta, nanti setelah dipecah dalam paketan kecil bisa mencapai meraup Rp 20 juta,” jelasnya. (Roy)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
DIDUGA MANGKIR KERJA LEBIH DARI 46 HARI-Satu PNS RSUD Wates Terancam Dipecat

WATES (MERAPI) - Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kulonprogo tidak main-main dalam menegakkan peraturan disiplin PNS. Pada Juli lalu,

Close