FINAL PANAHAN NOMOR RECURVE PUTRI – Diananda Choirunisa Waspadai Wakil China

Atlet panahan putri Indonesia, Deananda Choirunisa (kanan) berhasil lolos ke final nomor recurve putri usai menundukkan atlet Taiwan, Chien-Ying Lei (kiri) pada Asian Games XVIII-2018 di Lapangan Panahan Gelora Bung Karno, Kamis (23/8). (MERAPI-ADHITYA ASROS)
Atlet panahan putri Indonesia, Deananda Choirunisa (kanan) berhasil lolos ke final nomor recurve putri usai menundukkan atlet Taiwan, Chien-Ying Lei (kiri) pada Asian Games XVIII-2018 di Lapangan Panahan Gelora Bung Karno, Kamis (23/8). (MERAPI-ADHITYA ASROS)

 

JAKARTA (MERAPI) – Atlet panahan Indonesia Diananda Choirunisa akan fokus memberikan kewaspadaan kepada wakil China Xinyan Zhang pada babak final nomor recurve perorangan putri Asian Games XVIII-2018 di Lapangan Panahan Gelora Bung Karno (GBK) Senayan Jakarta, 28 Agustus 2018.

 

Diananda Choirunisa usai memastikan tiket final, Kamis, mengatakan pepanah asal China memang tidak terlalu diunggulkan (hasil kualifikasi) seperti halnya atlet asal Korea Selatan yang justru tersingkir.

 

“Saya kira siapa pun yang berhasil menembus babak final merupakan lawan yang punya potensi dan bisa menjadi ancaman. Jadi saya akan memilih untuk lebih waspada demi meraih hasil terbaik,” katanya.

 

Diananda Choirunisa tampil gemilang pada laga semifinal di Lapangan Panahan Gelora Bung Karno, Kamis (23/8). Atlet asal Jawa Timur ini berhasil menumbangkan pepanah asal Taiwan, Chien-Ying Lei dengan skor total 7-3.

 

Dalam babak semifinal kemarin, Nisa (panggilan akrab Diananda Choirunisa, red), sempat tertinggal 0-1 terlebih dahulu setelah kalah di set pertama dengan skor 27-29. Namun di set kedua, Nisa mulai bangkit dan meraih nilai sama 29-29. Baru di tiga set berikutnya, Nisa mampu membalikkan keadaan dan selain meraih kemenangan 27-25, 29-27 dan 28-25 untuk meraih kemenangan dengan skor 7-3.

 

Sukses Nisa ke partai final ini sekaligus memastikan dirinya minimal meraih perak di Asian Games 2018. Prestasi ini bisa berubah menjadi medali emas jika pada partai final mampu menundukkan pepanah asal Tiongkok, Zhang Xinyan yang sebelumnya mampu mengalahkan Chae Young Kang dengan skor 6-4.

 

Kepastian Nisa meraih medali perak ini sekaligus memecahkan rekor bagi tim panahan Indonesia yang selama ini belum pernah meraih medali di Asian Games untuk nomor individual. Sebelumnya, Indonesia berhasil meraih medali dari nomor beregu, seperti pada Asian Games 1994 di Hiroshima, tahun 1982 di New Delhi dan tahun 1978 di Bangkok.

 

Usai perlombaan, Nisa mengaku tak menyangka mampu memenangi laga semifinal dan akhirnya masuk ke partai puncak di ajang Asian Games kali ini. “Saya tidak menyangka. Awalnya target justru di mixed team tapi Alhamdullilah di individu bisa sejauh ini. Semuanya sudah bagus dan lebih kepada bagaimana tetap baik. Mohon dukungannya di final ya,” ujarnya.

 

Sayang, keberhasilan Nisa melaju ke babak final ini tak diikuti rekannya di kelompok putra setelah andalan Indonesia, Riau Ega Aghata harus tersingkir di babak semifinal. Menghadapi atlet kuat asal Korea Selatan, Kim Woojin. Dalam babak semifinal kemarin, Ega harus menyerah 2-6 dari Kim Wooji. Di partai final, Kim akan menghadapi rekan senegaranya, Lee Wooseok yang mengalahkan pepanah Kazakhstan, Ilfat Abdullin 7-1. (Hit)

Read previous post:
SIDANG AJUDIKASI PERDANA DIGELAR-Pernyataan Bacaleg Tak Sinkron dengan Laporan

WATES (MERAPI) - Sidang ajudikasi perdana terkait sengketa penetapan Daftar Calon Legislatif Sementara (DCS) peserta Pileg 2019 digelar di Kantor

Close