UJI COBA PSS VS PSIS DIGELAR SORE – Berat Badan Gonzales Mulai Turun

 

SLEMAN (MERAPI) – Program fisik Tim Pelatih PSS Sleman selama satu pekan latihan cukup sukses. Di bawah pengawasan Pelatih Fisik, Komarudin, Jodhi Kustiawan dkk mengalami peningkatan fisik dan kekuatan otot. Kabar baik juga datang dari Christian Gonzales. Striker naturalisasi ini menjadi pemain yang paling pesat mengalami kenaikan fisik dibanding para pemain lain. Kepada Merapi, Komarudin membeberkan hasil latihan Gonzales selama digenjot latihan fisik selama satu pekan.

 

“Berat badannya mulai turun, sudah tidak terlalu tambun seperti awal-awal latihan saat kembali latihan. Waktu saya programkan foot leg, kekuatan otot saat berlari keliling lapangan hasilnya juga bagus. Kecepatannya naik drastis. Kami senang karena meski senior, dia masih bekerja keras memperbaiki diri dengan percaya pada program pelatih,” kata Komarudin ditemui di kampus UGM, Kamis (23/8).

 

Namun, Komarudin mengakui memberikan program fisik untuk Gonzales yang berbeda dari pemain lain. Pasalnya, kondisi pemain berjuluk El Loco itu juga berbeda dengan Ichsan Pratama, Tambun Naibaho, atau I Made Wirahadi. Gonzales juga cukup lama absen dari lapangan setelah statusnya sempat dibekukan PT LIB. Namun, untuk pemain berusia 41 tahun, hasil latihan fisik Gonzales selama satu pekan tergolong di atas rata-rata. Setelah fisik, Komarudin mengimbau agar para pemain menjaga pola makan selama latihan intensif selama jeda kompetisi.

 

“Laporan Gonzales sudah disampaikan ke pelatih, bagaimana peningkatan dan berat badan terakhirnya, juga kondisi ototnya. Diturunkan atau tidak dalam pertandingan, nanti Pelatih Kepala yang berhak memutuskan. Untuk selanjutnya kami ingin para pemain bisa mengatur sendiri pola makan dengan menu yang sudah diatur. Ini demi kebaikan pemain dan tim juga karena pasti berhubungan apa yang dikonsumsi pemain dengan performa mereka saat latihan apalagi main dalam pertandingan,” sambung Komarudin.

 

Membaiknya kondisi Gonzales direspon positif Seto Nurdiyantoro. Pelatih PSS yang tengah mengkikuti diklat lisensi A AFC itu mengatakan kondisi para penyerang yang meningkat bakal memudahkannya meracik strategi di putaran dua. Selain itu, persaingan lini depan yang makin meningkat bakal menaikkan kualitas permainan tim. Namun, kondisi fisik hanya menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih para pemain.

 

“Faktor lain bagaimana mereka di latihan, keseriusan dalam program lain, dan perilaku juga menentukan. Contoh Rangga Muslim, di awal-awal dia selalu cadangan tapi progres latihannya naik jadi saya enggak segan untuk memasangnya sejak awal di dua pertandingan terakhir,” respon Seto.

 

Saat ini para pemain PSS terus menggeber latihan di tempat yang berbeda agar bisa beradaptasi dengan kondisi lapangan manapun saat menggelar laga tandang. Pola ini adalah hasil evaluasi putaran pertama di mana Laskar Sembada kerap kesulitan mengembangkan permainan di lapangan berkarakter keras.

 

Sementara itu di luar lapangan, Panpel PSS juga tak kalah sibuk. Mereka tengah mempersiapkan teknis pertandingan persahabatan melawan PSIS Semarang yang akan berlangsung 26 Agustus di Stadion Maguwoharjo. Panpel berencana mencetak 27 ribu lembar tiket untuk laga uji coba yang akan digelar sore hari tersebut.

 

“Rencana awal kami cetak maksimal 27.000 lembar tiket. Harganya masih dirapatkan, tapi izin pertandingan sudah dikirimkan sejak Senin kemarin. Memang biasanya uji coba malam tapi ini sore karena ada permintaan dari PSIS dan kepolisian. Sampai ini kami masih komunikasi dengan suporter PSIS juga yang rencananya bakal datang ke stadion,” beber Jaguar Tominangi, Ketua Panpel PSS. (Des)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
MERAPI-NOOR RIZKA tersangka KK saat dimintai keterangan polisi
Panjat Pohon, Bobol Rumah Lantai 2

YOGYA (MERAPI) - Gara-gara mencuri di rumah tetangganya, Kk (18) warga Sosromenduran, Gedongtengen, Yogya terpaksa harus berurusan dengan polisi. Pemuda

Close