Sungai Bukan Tempat Sampah

MERAPI-TRI DARMIYATI  Aki Lukman
MERAPI-TRI DARMIYATI
Aki Lukman

UMBULHARJO (MERAPI) – Permasalahan sampah di perkotaan tidak hanya di darat. Tapi juga terjadi di sungai. Terbukti masih ada tumpukan-tumpukan sampah di sungai, terutama pertemuan atau tempuran dua sungai. Jika dibiarkan tumpukan sampah itu bisa mengancam kualitas air sungai dan lingkungan sekitar.

Menurut Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta Aki Lukman, kondisi sungai di Kota Yogyakarta, yakni Sungai Code, Gajah Wong dan Sungai Buntung masih perlu menjadi perhatian. Pasalnya tumpukan-tumpukan sampah masih banyak ditemukan di ketiga sungai tersebut.

“Di daerah tempuran Sungai Buntung dan Winongo misalnya kondisinya sudah penuh sampah. Menumpuk di bronjong sungai. Bukan air yang mengalir jadinya, tapi sampah,” kata Aki dalam jumpa pers terkait Jambore Sungai di Balaikota, Kamis (23/8).

Dia menyatakan tumpukan sampah jika dibiarkan bisa berdampak pada kualitas air sungai yang tercemar. Talut yang masih berupa bronjong yang ditumpuki sampah, lanjutnya, masa umurnya akan cepat rusak. Selain itu tumpukan sampah itu bisa berdampak ke Sungai Winongo.

“Untuk kualitas air memang perlu pengecekan untuk memastikannya, sehinga kami ke depan akan koordinasi dengan DLH. Tapi sampah-sampah itu jelas mencemari lingkungan sungai dan memicu penyakit seperti demam berdarah,” tambahnya.

Pihaknya menduga tumpukan sampah itu dari utara aliran air sungai luar wilayah Yogyakarta. Warga sekitar Sungai Buntung sudah sepakat mendeklarasikan tidak membuang sampah ke sungai. DPUKKP Kota Yogyakarta pernah memasang jaring di sungai-sungai yang tidak berhulu di Gunung Merapi agar tidak dipenuhi sampah.

“Kami pernah pasang di aliran sungai di Jalan Pramuka dan Sungai Manunggal. Tapi hilang, digergaji dan diambil orang,” ucap Aki.

Untuk mengatasi tumpukan sampah di pertemuan Sungai Buntung dan Winongo bakal digelar kerja bakti membersihkan sungai yang melibatkan sekitar 75 orang di antaranya dari DPUPKP Kota Yogyakarta pada Jumat (24/8) dan Embung Langensari pada Sabtu (25/8).

“Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai memang masih kurang. Setelah dibersihkan nanti, harapannya masyarakat menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah di sungai dan saluran air hujan maupun irigasi,” paparnya.

Dia menuturkan kegiatan kerja bakti sungai itu bagian dari rangkaian Jambore Sungai tingkat DIY yang akan diadakan pada Minggu (26/8) di Embung Langensari. Dalam kegiatan itu juga akan diadakan diskusi mengenai sungai dan berbagai lomba sepreti lomba foto, mewarnai, menggambar dan memancing. Dia menilai kegiatan perlombaan terkait sungai itu untuk mengedukasi anak agar memperlakukan sungai dengan baik. (Tri)

Read previous post:
FINAL PANAHAN NOMOR RECURVE PUTRI – Diananda Choirunisa Waspadai Wakil China

  JAKARTA (MERAPI) - Atlet panahan Indonesia Diananda Choirunisa akan fokus memberikan kewaspadaan kepada wakil China Xinyan Zhang pada babak

Close