Banyak Bakteri, Warga Diimbau Tak Mencuci Jeroan di Sungai

WATES (MERAPI) – Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo Drajat Purbadi mengimbau panitia penyembelihan hewan kurban tidak mencuci jeroan ke sungai atau selokan.

Ia mengatakan saat musim kemarau ini banyak orang memanfaatkan sungai untuk berbagai keperluan. Kalau panitia kurban mencuci jeroan di sungai berarti makin menambah banyak bakteri.

“Kami mengimbau panitia kurban tidak mencuci jeroan ke sungai. Jeroan tidak akan bersih, justru akan semakin banyak bakteri,” kata dia kemarin.

Ia menilai selama ini teknik penyembelihan hewan kurban tidak benar, khususnya teknik perobohan sapi. “Kami sudah melakukan sosialisasi kepada panitia kurban terkait teknik perobohan hewan hingga penyembelihan yang sesuai standar baku,” katanya.

Sementara itu Taruna Siaga Bencana Kabupaten Kulonprogo mendistribusikan air bersih ke masjid-masjid di wilayah kekeringan untuk membersihkan jeroan daging kurban pada Idul Adha 1439 Hijriah.

Koordinator penyaluran air Tagana Kulon Progo Ibnu Wibowo mengatakan, Tagana banyak menerima permohonan air bersih dari warga dan panitia kurban untuk membersihkan daging atau jeroan, khususnya di Kecamatan Nanggulan, Pengasih, Sentolo dan Kalibawang.

“Kami sudah menerima belasan proposal permohonan distribusi air bersih yang akan digunakan warga untuk membersihkan jeroan hewan kurban,” katanya.

Ia mengatakan warga yang biasanya membersihkan jeroan ke sungai atau selokan, mulai beralih menggunakan air dari sumur.

Selain air selokan tidak mengalir, Dinas Pertanian dan Pangan melarang panitia kurban atau masyarakat mencuci jeroan ke sungai karena akan menambah banyak bakteri.

“Yang di Sentolo, saluran irigasi belum mengalir, biasanya jeroan dibersihkan di sana, makanya minta bantuan air bersih,” katanya.

Ibnu mengatakan pengeringan saluran Kalibawang yang dilakukan untuk perbaikan jembatan air Talang Bowong di Banjaraurum dan saluran tersebut saat ini membuat sejumlah warga mengalami kekeringan.

Setelah diperbaiki, air di saluran tersebut tidak meresap ke tanah karena telah ditutup rapat dengan semen. Selain itu, debit yang hanya sebesar dua meter kubik membuat sejumlah irigasi tersier tidak terisi dan membuat sebagian sawah masih belum terisi.

“Jadi sumur rumah tangga warga tidak terisi akibat rapatnya dasar aliran irigasi,” ungkapnya. (*)

Read previous post:
MERAPI-ADITYA ASROR Defia menangis haru usai meraih emas.
RAIH EMAS PERTAMA ASIAN GAMES-Defia Tatap Bonus Rp 1,5 M

JAKARTA (MERAPI)- Di hari pertama gelaran Asian Games 2018, kontingen Indonesia meraih hasil bagus dengan torehan medai emas di cabang

Close