27 Kali Lempar Kaca Mobil, Cah Klitih Disergap Polisi

MERAPI-SUKRO RIYADI Penyidik memintai keterangan kepada tersangka Ap.
MERAPI-SUKRO RIYADI
Penyidik memintai keterangan kepada tersangka Ap.

BANTUL (MERAPI)- Petugas Polsek Kasihan, Bantul berhasil mengungkap kasus teror pelemparan batu yang dilakukan cah klitih, Sabtu (18/8). Dua orang cah klitih berhasil diringkus. Kepada polisi, mereka mengaku sudah 27 kali melakukan aksi pelemparan batu di Yogya. Motifnya, mereka ingin melampiaskan kemarahan karena sering punya masalah di rumah.
Dua orang yang ditangkap polsi adalah Ap (18) dan Ln (16) keduanya warga Kasihan, Bantul. Kapolsek Kasihan AKP Y Tarwoco Nugroho SH didampingi Kanit Reskrim Iptu Aru SH kepada wartawan, Minggu (19/8) mengatakan, keduanya sempat menjadi buron karena aksi-aksi mereka yang meresahkan itu.
Dijelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik, tersangka Ap sedikitnya melakukan pelemparan sebanyak 10 kali. Sementara Ln melakukan pelemparan kaca mobil sebanyak 17 kali di Kasihan. Keduanya sering berpartner saat beraksi. “Hingga kini kasus tersebut masih dikembangkan pihak penyidik Reskrim Polsek Kasihan,” ujar Tarwoco.

Menurut Tarwoco, terungkapnya kasus tindak kejahatan bemodus lempar kaca mobil itu dilakukan polisi setelah mendapat laporan dari korban Rizky Fernando warga Kasihan. Dalam laporannya, korban mengaku menjadi sasaran cah klitih saat melintas di daerah Bibis, Jatis, Tamantirto, Kasihan, Bantul pada awal bulan ini. Saat itu korban melintas di malam hari dan pelaku melempar kaca mobil di lokasi sepi dan gelap.
Setelah mendapat laporan itu, petugas makin intensif melakukan penyelidikan di lapangan. Terlebih kasus serupa tak hanya sekali terjadi di Kasihan.
“Kasus lempar batu memang cukup meresahkan warga,” jelas Tarwoco. Setelah memintai keterangan sejumlah saksi dan barang bukti di lapangan, petugas mendapat informasi jika serangkaian kasus pelemparan batu dengan sasaran pengendara mobil itu dilakukan Ln. Identitasnya terdeketsi polisi dari keterangan saksi dan korban terkait ciri-cirinya. Hasilnya, pelaku diketahui tinggal tak jauh dari lokasi kejadian.

Kemudian petugas bergerak di lapangan dan berhasil meringkus Ln pada akhir pekan lalu. Setelah Ln dibekuk muncul nama Ap yang disebut sebagai partnernya. “Setelah Ln kami bekuk, tidak lama kemudian Ap kami tangkap di rumahnya,” ujar Tarwoco.
Dijelaskan, dalam melakukan aksinya, Ap dan Ln beraksi dengan melemparkan batu secara acak kepada mobil yang melintas. Kepada polisi, Ln mengaku sudah 17 kali melempar kaca mobil dan Ap 10 kali. Tarwoco mengatakan, motif pelemparan batu itu karena Ln punya masalah dengan orangtuanya di rumah. “Jadi motifnya karena pelaku ingin mencari pelampiasan lantaran punya persoalan dengan orangtua,” ujarnya.
Hingga kemarin, polisi masih mengembangkan keterangan keduanya. Sejauh ini, mereka mengaku baru beraksi di wilayah Bantul. “Tapi tak menutup kemungkinan mereka juga beraksi di daerah lain,” tandasnya.(Roy)

Read previous post:
Isi Kemerdekaan, Perbaharui Semangat Membangun Daerah

SLEMAN (MERAPI) -Mengisi kemerdekaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggungjawab bersama antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.

Close