Minta Dukungan Dewan, Yarsis Desak PN Sukoharjo Segera Eksekusi RSIS Pabelan

Perwakilan pengurus Yarsis saat bertemu Komisi IV DPRD Sukoharjo. (MERAPI-Wahyu Imam Ibadi)
Perwakilan pengurus Yarsis saat bertemu Komisi IV DPRD Sukoharjo. (MERAPI-Wahyu Imam Ibadi)

SUKOHARJO (MERAPI) – Pengurus Yayasan Rumah Sakit Islam Surakarta (Yarsis) mengadu dan meminta dukungan pada DPRD Sukoharjo terkait penyelesaian masalah rencana eksekusi Rumah Sakit Islam Surakarta (RSIS) Pabelan, Kartasura. Sebab saat ini sudah ada keputusan hukum tetap berupa inkrah dari Mahkamah Agung (MA). Eksekusi sekarang tinggal menunggu pelaksanaan dari Pengadilan Negeri (PN) Sukoharjo.

Juru bicara Yarsis As’ad, Selasa (14/8) mengatakan, perwakilan dari pengurus Yarsis mendatangi gedung DPRD Sukoharjo dan bertemu dengan Komisi IV. Pertemuan digelar di ruang transit dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Sukoharjo Wawan Pribadi bersama sejumlah anggotanya.

Kedatangan Yarsis ke DPRD untuk mengadukan masalah sekaligus meminta dukungan penyelesaian masalah. Sebab proses hukum sekarang sudah selesai dengan adanya putusan dari MA. Isinya yakni berkaitan dengan eksekusi RSIS Pabelan, Kartasura dimana sekarang dikuasai oleh pihak yang tidak sah.

Proses eksekusi yang cepat maka akan membuat RSIS Pabelan, Kartasura bisa kembali beroperasi normal seperti biasa. Sebab kondisi sekarang sudah tutup lama karena tidak memiliki izin operasional. Akibatnya pelayanan kesehatan pada masyarakat menjadi terganggu dan tidak maksimal.

“Yarsis datang agar DPRD Sukoharjo paham tentang perkembangan terakhir masalah RSIS Pabelan, Kartasura sudah ada ketetapan hukum tetap berupa putusan MA untuk segera melakukan eksekusi. Kami mengadukan dan meminta dukungan agar pelayanan kesehatan termasuk BPJS Kesehatan pada masyarakat bisa terlayani,” ujar As’ad.

Proses eksekusi sendiri belum terlaksana karena masih menunggu pihak PN Sukoharjo. Di PN Sukoharjo sudah digelar dua kali sidang anmaning. Sidang anmaning ketiga akan digelar pada Kamis (16/8) mendatang.

Sidang anmaning digelar dengan menghadirkan dua pihak berselisih yakni Yarsis dan Yayasan Wakaf Rumah Sakit Islam Surakarta (YWRSIS). Sidang digelar dengan menghadirkan para penasehat hukum masing masing. Namun sampai sekarang belum ada kejelasan kapan eksekusi akan dilaksanakan.

“Eksekusi seharusnya sudah dilakukan dan memang harusnya dipercepat sebab sudah ada dasar hukum putusan MA. Eksekusi dipercepat karena harus mengembalikan RSIS Pabelan, Kartasura segera beroperasi mengingat ada banyak karyawan yang harus dipekerjakan kembali setelah lama nasibnya tidak jelas,” lanjutnya.

Ketua Komisi IV DPRD Sukoharjo Wawan Pribadi mengatakan, sudah mendengar secara langsung keluhan dan kejelasan perkara RSIS Pabelan, Kartasura dari pengurus Yarsis. Apabila memang sudah ada putusan hukum maka seharusnya PN Sukoharjo harus segera melakukan eksekusi.

Komisi IV DPRD Sukoharjo sudah mendapatkan salinan putusan hukum yang sudah inkrah. Selanjutnya Komisi IV DPRD Sukoharjo akan mempelajarinya dan mendesak PN Sukoharjo menjalankan putusan MA.

“Rumah sakit ini memiliki kewajiban pelayanan kesehatan pada masyarakat dan disana juga banyak karyawan yang nasibnya harus diperhatinkan. Kalau lama masalah tidak selesai maka dampak negatifnya sangat besar. PN Sukoharjo apabila sudah ada putusan MA maka segera melakukan eksekusi,” lanjutnya.

Setelah ini Komisi IV DPRD Sukoharjo akan melakukan komunikasi dengan PN Sukoharjo berkaitan dengan masalah RSIS Pabelan, Kartasura. Salah satu materi yang akan ditanyakan yakni berkaitan sidang anmaning dan kejelasan pelaksanaan eksekusi. (Mam)

Read previous post:
Harga Hewan Kurban di Pati Naik

PATI ( MERAPI ) - Wakil Bupati Pati, H Saiful Arifin SE meminta petugas Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) melakukan

Close