DIVONIS DIKEMBALIKAN ORANGTUA-Cah Klitih Lolos dari Hukuman Penjara

BANTUL (MERAPI)- Majelis hakim Pengadian Negeri Bantul yang diketuai Evi Insiyati SH MH akhirnya menjatuhkan vonis terhadap seorang pelajar SMK anggota geng klitih, BS (17) warga Kalasan, Sleman dengan putusan dikembalikan ke orangtuanya untuk dibina, Senin (13/8). Terdakwa pun lolos dari hukuman penjara. Dia diseret ke pengadilan setelah terbukti bersalah dan meyakinkan membawa senjata tajam jenis gir hingga dijerat dengan UU Darurat No 12 Tahun 1951.
Putusan majelis hakim tersebut sama dengan tuntutan jaksa Dany P Febriyanto SH yang semula menuntut agar terdakwa dikembalikan ke orangtua. Hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah telah membawa senjata tajam berupa gir yang dimodifikasi dengan diikat tali.
Atas vonis yang dijatuhkan, terdakwa didampingi penasihat hukum Untung Ehwan Sanusi SH akhirnya menerima hukuman tersebut. “Kami menerima putusan hakim,” ujarnya kepada wartawan usai sidang.

Menurut hakim, hal-hal yang meringankan hukuman antara lain terdakwa sopan di persidangan, mengakui perbuatan dan berjanji tak akan mengulangi lagi. Selain itu masa depan terdakwa masih panjang dan pihak keluarga juga bersedia untuk mendidik kembali agar tak mengulangi hal yang sama.
Dalam persidangan terungkap, sebelumnya terdakwa yang merupakan anggota geng klitih pulang dari menyaksikan pertandingan futsal dengan naik motor. Saat itu terdakwa melintas di Jalan Raya Yogya-Wonosari Piyungan Bantul.
Ketika terdakwa mengendarai sepeda motor, dia terjaring operasi petugas kepolisian.

Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan senjata tajam berupa gir sepeda motor yang diikat dengan tali. Polisi pun kemudian membawa terdakwa dan dia diproses sampai persidangan.
Dari pengakuannya, terdakwa membawa senjata gir tersebut untuk jaga diri jika diserang kelompok lain. Polisi memutuskan melanjutkan proses hukumnya karena menganggap gir yang dibawa terdakwa tergolong senjata tajam dan dia tak memiliki izin dari pihak berwenang. (C-5)

Read previous post:
Legetang, Kampung yang Hilang

KISAH hilangnya pemukiman di kawasan Dieng, menyisakan sebuah cerita. Wilayah itu berada di Dukuh Legetang, Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Kabupaten

Close