Penuntasan Banjir Kota, Masih Butuh Mesin Pompa Air

Salah satu wilayah Sukoharjo yang rawan terjadi banjir
Ilustrasi wilayah Sukoharjo yang rawan terjadi banjir

SUKOHARJO (MERAPI) – Penanganan penuntasan banjir tengah kota Sukoharjo masih membutuhkan bantuan mesin pompa air dari Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). Pemasangan akan dilakukan di jembatan sebelah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Bulakrejo. Mesin pompa berfungsi membuang air dari Kali Ranjing untuk kemudian dibuang Sungai Bengawan Solo.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Sukoharjo Suraji, Senin (13/8) mengatakan, secara fisik pengerjaan normalisasi dan bangunan pada saluran air disepanjang Jalan Solo – Wonogiri di wilayah Kelurahan Bulakrejo, Kecamatan Sukoharjo Kota ditanggung dan dikerjakan Pemkab Sukoharjo. Pengerjaan dilaksanakan untuk penuntasan masalah banjir di tengah kota. Namun hal itu belum cukup karena masih butuh mesin pompa air untuk mempercepat pembuangan. Apabila tidak maka dikhawatirkan terjadi penumpukan air dan menyebabkan kerawanan terjadinya banjir di wilayah Bulakrejo, Sukoharjo Kota.

Pengerjaan normalisasi saluran air di Bulakrejo, Sukoharjo Kota masih terus dikerjakan dan akan diselesaikan sebelum akhir tahun ini. Di luar itu Pemkab Sukoharjo juga membutuhkan pengadaan mesin pompa air. Pengadaan menjadi kewenangan penuh BBWSBS.

“Kami fokus pengerjaan fisik berupa normalisasi dan pembangunan saluran air. Sedangkan mesin pompa air jadi kewenangan BBWSB,” ujarnya.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Sukoharjo berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk meminta mesin pompa air ke BBWSBS. Pengajuan sudah dilakukan lama dan tinggal menunggu realisasinya saja. Sampai sekarang belum diketahui kapan dan berapa jumlah mesin pompa air diberikan.

“Yang jelas harus ada mesin pompa air untuk membuang air ke Kali Ranjing dan berakhir ke Sungai Bengawan Solo. Apabila tidak maka jelas masih ada persoalan penuntasan masalah banjir di tengah kota,” lanjutnya.

Suraji menjelaskan, perkembangan sekarang pengerjaan normalisasi saluran air di Bulakrejo, Sukoharjo Kota sedang dikebut. Pekerjaan dilakukan disebelah timur dan barat Jalan Solo – Wonogiri, Bulakrejo secara bersamaan. Pekerja memprioritaskan pengerjaan pada pengerukan sedimantasi menggunakan alat berat.

Pengerukan dilakukan mengingat banyak sedimentasi berupa pasir dan sampah menumpuk pada saluran. Akibatnya membuat daya tampung air menjadi berkurang dan menyebabkan banjir saat hujan deras datang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Agus Santosa menambahkan, soal mesin pompa air akan dikoordinasikan BPBD Sukoharjo dengan BBWSBS. Pemasangan mesin pompa air sudah menjadi rencana lama dan telah disampaikan ke BBWSBS untuk penuntasan masalah banjir.

“Rencananya akan rumah pompa dimana disana disediakan mesin pompa air untuk menyedot air saat hujan turun. Fungsinya mempercepat pembuangan air dan mengurangi resiko banjir di tengah kota Sukoharjo,” ujar Agus Santosa.

Agus mengaku belum mendapat laporan lanjutan baik dari BPBD maupun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Sukoharjo berkaitan dengan mesin pompa air. Pemkab Sukoharjo berharap pengadaanya bisa direalisasikan sebelum akhir tahun ini. Dengan demikian maka bisa langsung digunakan dan menuntaskan masalah banjir.

“Secara fisik perbaikan dan normalisasi saluran air akan diselesaikan sebelum akhir tahun ini. Harapannya dari BBWSBS juga sudah menyediakan mesin pompa air dan langsung bisa digunakan setelah pengerjaan dari Pemkab Sukoharjo selesai,” lanjutnya. (Mam)

Read previous post:
Kambing Belum Poel Dijual untuk Kurban

TEMANGGUNG (MERAPI) - Tim Kesehatan Hewan Kurban Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Temanggung periksa kesehatan ternak calon kurban di pasar

Close