Terdakwa Pengutil Dilimpahkan ke Pengadilan

 

ilustrasi
ilustrasi

BANTUL (MERAPI)– Seorang pengutil, AZ (24) warga Trimurti Srandakan Bantul telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Bantul. Selanjutnya terdakwa akan segera disidangkan.
“Setelah berkas dan perkara dilimpahkan terdakwa akan kami sidangkan. Untuk itu kami menunggu jadwal dari pengadilan,” ujar jaksa Irdhani Kusmarasari SH, Jumat (18/8).

Dalam perkara ini, terdakwa pada Rabu 23 Mei 2018 sekitar pukul18.49, terdakwa datang ke Toko Distro M Jhon di Dusun Gunungsaren Kidul Trimurti Srandakan Bantul milik saksi korban Tri Wahyuningsih. Sesampai di lokasi terdakwa memilih 3 potong baju lalu masuk ke ruang ganti untuk mencoba baju-baju tersebut.

Di dalam ruang ganti terdakwa tanpa seizin pemiliknya mengambil 1 potong baju kaos warna hitam merek Bilabong dan memasukkannya ke dalam celana dan menutupinya dengan baju yang dipakainya. Setelah itu terdakwa ke luar dari ruang ganti dan mengembalikan 2 potong baju lainnya ke tempat semula.

Terdakwa mengatakan kepada saksi Abi Seka Nur Isnantoro yang menjaga toko tersebut kalau dirinya akan kembali lagi untuk membayar 2 potong baju yang telah dicobanya tadi. Setelah itu terdakwa pulang ke rumahnya.

Kemudian pada Jumat 25 Mei 2018 pukul 15.30, terdakwa datang lagi ke Toko Distro M Jhon dan memilih-milih baju. Sambil melihat-lihat jam tangan yang ada di dalam etalase dan melihat-lihat kalung yang berada di gantungan aksesoris lalu tanpa seizin pemiliknya mengambil 1 buah kalung monel warna silver dan memasukkannya ke dalam kantong celakanya.

Usai mengutil terdakwa memilih 4 buah jam tangan dan membawanya ke meja kasir. Selanjutnya terdakwa meminta saksi Abi Seka Nur Isnantoro untuk mengambilkan kaos yang hendak dibelinya.
Pada saat itu terdakwa mengambil 1 buah jam tangan merek Ripcurl lalu memakainya di tangannya dan menutupinya dengan baju lengan panjang yang dipakai. Setelah itu saksi Abi Seka Nur Isnantoro kembali ke meja kasir dan melihat jam tangan di meja kasir tinggal 3 buah.

Setelah itu terdakwa meletakkan lagi 1 buah kaos, 1 buah jam tangan dan 1 buah kalung monel di meja kasir dan mengatakan jika barang-barang tersebut akan dibayar dan diambilnya nanti sehabis Magrib lalu terdakwa pulang ke rumahnya.

Selama ini terdakwa mengambil barang-barang milik saksi korban tersebut adalah untuk dimiliki dan dipakai sendiri. Akibat perbuatan terdakwa tersebut, saksi korban mengalami kerugian sekitar Rp 155 ribu. Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana jaksa Irdhani Kusmarasari SH dengan pasal 362 KUHP jo pasal 64 Ayat (1) KUHP. (C-5)

Read previous post:
ilustrasi
GUGATAN PENGUSAHA CATERING DITOLAK- Vonis Hakim Dinilai Cederai Rasa Keadilan

  YOGYA (MERAPI) – Majelis hakim yang diketuai Rina Zain SH akhirnya menolak seluruh gugatan pemilik usaha Catering Supardi, Effi

Close