BERANGKAT KE SUMENEP HARI INI – PSS Simulasi Bongkar Benteng Madura FC

 

Slamet Budiono (kanan) berusaha mengejar Rifai Lastori (kiri) dalam sesi game internal di latihan terakhir PSS. (MERAPI-SWADESTA ARIA WASESA)
Slamet Budiono (kanan) berusaha mengejar Rifai Lastori (kiri) dalam sesi game internal di latihan terakhir PSS. (MERAPI-SWADESTA ARIA WASESA)

SLEMAN (MERAPI) – PSS Sleman menggelar latihan terakhir menghadapi Madura FC di Stadion Maguwoharjo Sleman, Selasa (7/8). Tim Pelatih di bawah komando Seto Nurdiyantoro menyimulasikan taktik membongkar pertahanan tangguh Madura FC yang akan mereka hadapi di Stadion Ahmad Yani Sumenep Jumat (10/7) sore. Sejumlah pemain anyar seperti Amarzukih, Jodi Kustiawan, Rian Miziar, Try Hamdani ikut dalam simulasi, termasuk Cristian Gonzales yang statusnya kini sudah sah menjadi milik PSS.

 

Usai pemanasan, Seto memberikan materi compact defense selama 15 menit menggunakan setengah lapangan. Latihan dilanjutkan dengan game internal menggunakan seluruh lapangan. Seto membagi dua tim dengan formasi yang berbeda. Rifai Lastori, Tambun Naibaho, dan Dave Mustaine di Tim A menggunakan formasi 4-3-3 sedangkan Tim B memakai 4-2-3-1 dengan Cristian Gonzales yang sudah ikut berlatih sebagai striker tunggal. Selama simulasi serangan, Gonzales difungsikan sebagai penarik bek lawan agar lini kedua bisa melepaskan tembakan jarak jauh.

 

“Tadi juga pemain diberi materi tendangan jarak jauh. Kalau ada ruang, ya tembak. Peluang sekecil apapun harus bisa dikonversi jadi gol, belajar dari kekalahan di kandang lalu. Saat ini pemain semuanya siap, hanya Adi Nugroho yang belum bisa maksimal latihan karena berada dalam masa penyembuhan,” kata Seto usai menggelar latihan.

 

Simulasi digelar agar Laskar Sembada bisa mengantispasi semua taktik yang diperagakan Madura. Seto sudah mengantungi kekuatan Madura yang punya serangan balik cepat dan lini pertahanan yang tangguh. Compact defense dan simulasi menggunakan dua formasi itu digelar mengantisipasi dua kekuatan yang dimiliki Madura FC itu. Dalam laga lusa, PSS tidak ingin kembali kehilangan muka menghadapi tim berjuluk Sape Poteh untuk kedua kalinya apalagi baru saja memuncaki klasemen sementara.

 

“Mereka 7 kali menang, 3 kali seri, dan 2 kali kalah. Tim yang stabil dan sulit dikalahkan. Tentu ini jadi catatan bagi kami tapi Tim Pelatih sudah punya gambaran menghadapi Madura FC berdasarkan pengalaman pertandingan sebelumnya. Salah satunya antisipasi bola-bola cepat, pemain kami harus lebih ketat dan disiplin agar bisa memutus serangan cepat mereka,” bebernya.

 

Tim akan berangkat menuju Sumenep hari ini. Seto belum bisa memastikan berapa pemain yang akan dibawa. Namun melihat yang sudah-sudah, tampaknya Pelatih yang tengah mengikuti kursus A AFC itu akan membawa 18 pemain, termasuk seluruh punggawa anyarnya. Cristian Gonzales tampaknya juga masuk ke dalam 18 pemain yang dibawa lantaran masuk ke tim simulasi dalam latihan kemarin. Namun untuk memainkannya, Seto masih menunggu rekomendasi dari tim dokter dan pertimbangan asisten pelatih.

 

“Untuk dia (Gonzales) peluangnya main sangat besar. Tapi kami harus menunggu rekomendasi dari dokter dan pelatih fisik apakah dia sudah layak atau belum. Dia profesional, jika dia dianggap layak dia pasti main sepenuh hati. Jika memang memungkinkan akan kami turunkan meskipun tidak full time. Lihat besok saja siapa yang dibawa,” kata Seto. (Des)

Read previous post:
AGENDAKAN UJICOBA SEBELUM LAWAN PERSIJAP – Dua Pemain Persiba Urung Didaftarkan

  BANTUL (MERAPI) - Melihat hasil kurang memuaskan yang didapat kala melakoni laga kedua melawan Persatu Tuban, Minggu (5/8) lalu,

Close