JUMTEK PMI SLEMAN – Jaga Profesionalitas dan Ikhlas Mengabdi

MLATI (MERAPI) – Bupati Sleman Sri Purnomo meminta Palang Merah Indonesia (PMI) Sleman dapat terus menjaga profesionalitas dalam menjalankan tugas-tugasnya, serta siap menolong siapa pun saat dibutuhkan. Sebagai organisasi sosial, harus memiliki dedikasi, ikhlas mengabdi serta tidak melihat latar belakang siapa yang ditolong.
“Saya bangga dengan banyaknya relawan PMI di Kabupaten Sleman. Menjadi relawan harus bekerja iklas dan siap menolong siapapun tanpa kecuali,” ungkapnya saat membuka Jumpa Bakti Gembira dan Temu Karya Relawan (Jumtek) PMI Sleman di komplek Youth Center, Tlogoadi, Mlati, Sabtu (4/8).

Sri Purnomo mengaku bangga atas diselenggarakannya kegiatan tersebut. Pasalnya, acara yang digagas PMI Sleman tersebut baru pertama ini dilaksanakan di Kabupaten Sleman. Untuk itu diharapkan peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh.

“Dengan acara ini saya harap PMI Sleman dapat terus menyesuaikan diri dengan berbagai tantangan kedepan. Disamping itu dapat meningkatkan ketrampilan lebih mumpuni,” pintanya.

Ketua Panitia Jumtek, Trijoko Saptono menjelaskan, kegiatan tersebut diadakan mulai 3-5 Agustus 2018. Konsep Jumtek adalah perpaduan manajemen Pembinaan Palang Merah Remaja dan Penerapan Manajemen Tanggap Darurat dan Manajemen Barak Pengungsian.

Selain itu merupakan bentuk pembinaan yang mempertemukan anggota PMR untuk saling berbagi, mengevaluasi, dan meningkatkan pengetahuan untuk mendukung kapasitas organiasi dan pelayanan PMI.

“Jumtek tahun ini bertemakan Kesiapsiagaan Bencana, untuk mengantisipasi status Waspada Gunung Merapi yang didalamnya berisi kegiatan untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia PMI Kabupaten Sleman,” imbuh Trijoko.

Ketua PMI Kabupaten Sleman Sunartono menambahkan, maksud dan tujuan kegiatan tersebut ialah untuk membangun karakter generasi muda yang peduli sesama dan berwawasan tanggap bencana. Selain itu mampu memberikan ruang lebih yang positif bagi generasi muda.

“Kegiatan tersebut juga selaras dengan kebijakan Pemda Sleman tentang pembinaan generasi muda,” tambah Sunartono.

Jumtek diikuti 706 peserta yang terbagi dalam tiga kelompok yakni peserta inti, pendamping, dan peserta peninjau. Peserta inti terdiri dari Palang Merah Remaja (PMR) SD, SMP dan SMA sebanyak 682 orang, anggota Korps Sukarela (KSR) 40 orang dan Tenaga Sukarela (TSR) 75 orang.

Peserta Pendamping terdiri dari sekertaris camat, kepala unit pelayanan teknis kecamatan dan pengurus PMI kecamatan 51 orang. Adapun peserta peninjau terdiri dari perwakilan PMI kab/kota se-DIY, Tagana, dan Forum Komunikasi Komunitas Relawan Sleman yang berjumlah 30 orang.

Materi yang diberikan meliputi peningkatan kapasitas diri yakni Sekolah Siaga Bencana oleh BPBD Sleman, Perilaku Hidup Bersih Sehat oleh Dinas Kesehatan Sleman, Narkotika oleh BNN, Penanganan Kebakaran oleh Damkar Sleman, Sosialisasi Tertib Berlalulintas oleh Polres Sleman, Dasar Pertolongan Pertama, Dasar Pengelolaan Air Bersih, Manajemen PMR, Rembuk PMR, Traveling Kapalangmerahan, Sosialisasi MHN oleh (Higine Menstruasi)

Adapun Kegiatan Temu Karya meliputi Aplikasi Manajemen Tanggap Darurat Bencana dan Posko, Praktek Manajemen Dapur Umum, Praktek Pengelolaan Air dan Sanitasi, Praktek Pengelolaan Barak, Praktek Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan, Praktek Pelaksanaan Psychology Support, Praktek Promosi Kesehatan, dan Praktek Pertolongan Korban Banyak. (Awn)

Read previous post:
Kerjasama Saling Menguntungkan UTY, Pemkab Sleman dan Pelaku Industri

MLATI (MERAPI) - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Republik Indonesia, Muhamad Nasir menegaskan, mengoptimalkan potensi Sumberdaya Manusia

Close