DARI KUTHAGEDHE, MATARAM ISLAM BERJAYA (8) – Masjid Rusak Diguncang Gempa 2006

Secara arsitektural bangunan utama masjid terdiri lima komponen ruang. Komponen pertama adalah kuncungan. Kedua jagang atau kolam dan komponen yang ketiga adalah serambi. Dibedakan menjadi dua, yakni serambi bawah dan serambi atas dengan 8 tiang saka.

KOMPONEN keempat adalah bangunan induk. Dibedakan menjadi dua, yakni bangunan uatama (liwan) yang memiliki denah persegi dan memiliki atap tumpang susun tiga dengan 4 buah sakaguru. Di bagian liwan terdapat mihrab, serta banguan kedua adalah ruang di sisi selatan liwan, yakni sebuah ruang yang khusus diperuntukkan jemaah wanita (pawestren).
Sedang komponen kelima adalah tempa berwudhu, yang letaknya di sisi utara dan sisi selatan. Sejak pertama kali dibangun, masjid ini mengalami beberapa kali perbaikan dan pengembangan. Pada tahun 1796, misalnya, untuk pertamakalinya masjid ini mengalami penambahan yakni di bagian serambi masjid sisi timur.

Kemudian pada tahun 1856 dilakukan penambahan emperan dan pawudhon, serta penggantian sirap oleh Muhammadiyah. Sedangkan pada 1926 dilakukan pembuatan pagar oleh Sri Sunan Pakubuwono X.

MERAPI-JB SANTOSO Serambi dan kuncungan Masjid Gede Mataram Islam.
MERAPI-JB SANTOSO
Serambi dan kuncungan Masjid Gede Mataram Islam.

Perbaikan pada tahun 2002 dilakukan rehabilitasi pada bangunan utama masjid yang meliputi penggantian kayu struktur atap, jendela, pintu dan perkuatan beton pada dinding bagian belakang masjid serta perkuatan pondasi di bagian belakang mihrab. Selain itu itu juga dilakukan perbaikan pada pawestren selatan, utara dan serambi. Juga jagang dan pawudhon.

Pada kegiatan 2002 ini, pada halaman masjid dilakukan pergantian conblok dengan paving batu. Juga dilakukan rehabilitasi pada bangsal pacaosan utara dan selatan, pagar halaman masjid, gapura paduraksa pada sisi timur dan utara. Selanjutnya pada 2003 dilakukan pendirian menara pengeras suara.

Masjid Gede Mataram Kotagede dibangun atas perintah Panembahan Senopati, tentu dengan tujuan sebagai tempat berdoa bagi arwah leluhurnya. Di belakang masjid itu terdapat makam para leluhur pendiri Kerajaan Mataram Islam. Di dalamnya terdapat pusara antar lain Nyi Ageng Henis, Panembahan Djayaprana, Ki Datuk Palembang (Sultan Pajang), Ki dan Ni Ageng Pemanahan, Ki Jurumertani dan lain sebagainya. Makam itu beken dengan sebutan Makam Agung. (-dari berbagai sumber) (JB Santoso)

 

Read previous post:
KISAH UNIK ORANG KALANG – Berkeliling Naik Andong Bagi-bagi Uang

  KOTAGEDE merupakan kawasan yang memiliki sejarah panjang, terkait dengan peninggalan nilai-nilai peradaban kejayaan Mataram Islam. Selain itu Kotagede juga

Close