SAMBUT HUT KE-73 KEMERDEKAAN RI – Hipakad Yogya Gelar Dialog Kebangsaan

MERAPI-ISTIMEWA Hipakad Yogyakarta menggelar dialog kebangsaan
MERAPI-ISTIMEWA
Hipakad Yogyakarta menggelar dialog kebangsaan

DALAM memperingati HUT ke-73 RI, Himpunan Putra-putri Keluarga Angkatan Darat (Hipakad) Yogyakarta menggelar dialog kebangsaan di Hotel Sri Wedari, Rabu (1/8) dengan tajuk “Meneguhkan Papua Bagian dari NKRI”. Kegiatan tersebut diikuti puluhan mahasiswa Papua yang tengah menimba ilmu serta bermukim di Yogyakarta.

Ketua DPD Hipakad DIY, Soni Sugeng Harsono menyampaikan, bahwa dialog yang digelar adalah jawaban dari banyaknya masalah yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini. Masalah itu antara lain masalah kesejahteraan, kepedulian terhadap sesama yang kian menipis, keadilan yang hanya berpihak pada mereka yang berkantong tebal, sampai isu SARA yang mengancam kesatuan bangsa.

“Acara kali ini digelar sebagai cara meningkatkan kesatuan dan persatuan berkaitan dengan banyaknya isu perpecahan tentang Papua. Selain kami butuh kembali pada pedoman dan cita-cita luhur bangsa. Serta pada akhirnya sikap nasionalisme menjadi penyangga yang begitu penting buat keberlangsungan bangsa dan negeri kami,” terang Soni.

Sedangklan, Pendeta Benny Dimara (Penasehat mahasiswa Papua di DIY) yang hadir sebagai narasumber menyampaikan, bahwa mahasiswa asal Papua yang menimba ilmu di Yogyakarta ke depannya hendak memakai ilmu yang diperoleh untuk membangun Papua. Selain itu Papua telah menjadi bagian dari NKRI, sehingga dianggapnya telah tak sudah ada lagi sikap separatis dari Papua.

“Perbedaan sudah ada, tak boleh semuanya saling menyamakan persepsi. Tetapi, Papua tak tak ada lagi kata ‘separatis’ untuk jaman ini. Semua bangsa Indonesia mesti menguasai sejarahnya secara utuh dan menatap waktu depan Papua dengan optimis,” kata Benny.
Sementara , Kepala Bidang Politik pada Negara (Kabid Poldagri) Kesbangpol DIY, Aris Ariyantyo menyampaikan, pihaknya hendak terus berusaha merangkul segenap penduduk.

“Pada prinsipnya, kami hendak rangkul semuanya dan tak membeda-bedakan sebab semuanya sama untuk NKRI,” tandas Aris. (Fin)

 

Read previous post:
MERAPI-RIZA MARZUKI Ratusan warga melawan ombak yang membawa pasir untuk membedah Suwangan Baros.
LAHAN TERENDAM AIR-Ratusan Petani Pesisir Bantul Berjuang Siang-Malam

KRETEK (MERAPI)- Gelombang tinggi yang terjadi akhir Juli yang lalu masih berdampak bagi ratusan petani di pesisir selatan Bantul. Pasalnya,

Close