TINTON MENGUNDURKAN DIRI – 3 Pemain Anyar PSIM Langsung Didaftarkan

Spread the love

YOGYA (MERAPI) – Setelah turut dalam latihan dan ujicoba menghadapi tim lokal, tiga pemain baru yang menjalani seleksi di PSIM Yogya langsung mencapai kesepakatan dengan manajemen. Ketiga pemain yang dimaksud yakni, Hasan Basri di posisi striker, M Sholikul sebagai gelandang bertahan serta Risman Maidullah di bek kiri.

 

Dengan kesepakatan yang terjalin antara pemain baru dengan manajemen Laskar Mataram, maka ketiganya langsung disiapkan dalam skema menghadapi Blitar United dalam lanjutan Liga 2 Grup Timur 2018 pada Senin (6/8) mendatang.

 

“Tiga pemain baru sudah deal. Rencananya semuanya kami bawa ke Cilacap untuk main lawan Blitar. Semoga saja urusan administrasinya beres sehingga sudah bisa diturunkan. Meski main di Stadion Wijayakusuma, kami tetap memposisikan main kandang sehingga semua pemain kami bawa. Harapannya bisa memetik poin maksimal,” terang Manajer PSIM, Erwan Hendarwanto di Yogya, Jumat (3/8).

 

Kehadiran tiga pemain baru tersebut memang diproyeksikan untuk memperdalam kekuatan PSIM setelah tampil impresif hampir sepanjang putaran pertama. Jika PSIM memulai tidak dengan minus 9 poin, mungkin saat ini berada di pucuk klasemen sementara. Akan tetapi, dengan minus 9 poin, kini Hendika Arga Permana bertengger di peringkat 5 dengan 15 poin.

 

“Kami tak mau berpuas diri dengan raihan di putaran pertama. Meski anak-anak bermain bagus dan bisa berada di peringkat lima saat ini, bukan tidak ada kelemahan yang ada di dalam tim. Makanya kami mendatangkan pemain baru untuk menutup kelemahan itu. Ya semoga saja dengan kehadiran pemain baru ini permainan PSIM lebih baik lagi,” beber Erwan.

 

Dari rentetan hasil pertandingan yang dilalui, PSIM memang baru sekali menelan kekalahan yakni ketika melakoni laga perdana menghadapi tuan rumah Madura FC. Setelah itu, PSIM mencatatkan hasil mengagumkan, baik bermain imbang ataupun memetik kemenangan.

 

“Secara hasil memang sangat bagus. Namun dari permainan tim, terkadang anak-anak melakukan beberapa kesalahan. Tim tidak mungkin selalu bermain sempurna. Kami punya pemain inti. Tapi untuk mengantisipasi jika ada yang absen, maka harus menyiapkan pemain lain dengan kualitas yang sepadan. Makanya kami mendatangkan pemain-pemain ini,” imbuh Erwan.

 

Dengan kehadiran pemain baru, ternyata tak lantas membuat posisi pemain lama tergusur. Saat ini, tercatat hanya Tinton Suharto yang tak lagi masuk skuad PSIM di putaran kedua. Keputusan mantan pemain Persis Solo untuk mundur dari tim sudah disampaikan langsung kepada manajemen.

 

“Tinton sudah mundur dan secara langsung sudah bilang sama saya. Saya berterimakasih atas kerjasama yang sudah dijalin di putaran pertama. Tak ada masalah kalau dia mundur karena kebetulan kami juga sudah ada striker yang datang. Kalau untuk bersaing di tim utama, karakter Tinton memang masih belum sesuai dengan yang kami harapkan,” ujar Erwan.

 

Dengan masuk dan keluarnya pemain usai putaran pertama, saat ini PSIM memiliki 25 pemain dalam mengarungi putaran kedua. “Total ada 25 pemain yang kami miliki saat ini. Semoga skuad yang ada bisa saling bersaing dalam hal positif. Kalau ingin masuk di tim utama, tentu harus meningkatkan kualitas permainan,” lanjut Erwan.

 

Terkait persiapan menghadapi Blitar United, Erwan mengungkapkan bahwa timnya tidak melakukan banyak perubahan dari sebelumnya. Meski mampu meraih kemenangan 3-1 pada pertemuan pertama di Blitar, hal itu tak ingin menjadikan pemain merasa lebih diunggulkan.

 

“Pemain tak boleh meremehkan lawan. Terbukti saat di Blitar kemarin kami tertinggal lebih dulu. Anak-anak baru bisa menemukan irama permainan di pertengahan babak pertama, kemudian berlanjut di babak kedua. Saya harap ini jadi introspeksi pemain agar tidak mudah lengah, baik di menit-menit awal maupun hingga jelang pertandingan selesai,” ungkapnya. (Oro)

Read previous post:
IRIGASI KALIBAWANG BELUM LANCAR-Luas Lahan Bawang Merah Berkurang

WATES (MERAPI) - Luas tanam bawang merah di Desa Srikayangan, Kabupaten Kulonprogo berkurang menjadi sekitar 100 hektare karena petani kesulitan

Close