Produk Kulonprogo Harus Jadi Tuan Rumah

Menteri Puspayoga bersama Bupati Hasto mencicipi kopi asli Kulonprogo dengan nama Star Prog. (MERAPI-AMIN KUNTARI)
Menteri Puspayoga bersama Bupati Hasto mencicipi kopi asli Kulonprogo dengan nama Star Prog. (MERAPI-AMIN KUNTARI)

WATES (MERAPI) – Pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kulonprogo terus didorong untuk memperbaiki produk, seiring pembangunan bandara baru di wilayah ini. Nantinya, produk-produk UKM Kulonprogo tersebut harus menjadi tuan rumah di wilayahnya sendiri.

Kepala Bidang Perindustrian, Dinas Perdagangan Kulonprogo, Dewantoro mengatakan, perkembangan industri kecil di Kulonprogo menunjukkan tanda-tanda positif. Industri yang menghasilkan produk olahan makanan, olahan kayu dan kerajinan terus berkembang.

“Kalau dulu, yang mereka keluhkan adalah modal. Sekarang sudah tidak lagi karena banyaknya bantuan yang dikucurkan. Selain itu, permasalahan pemasaran juga sudah ada solusi, yakni kami kenalkan dengan media sosial sehingga pemasaran produk menjadi lebih mudah dan luas,” kata Dewantoro, Rabu (2/8).

Tantangan berikutnya yang harus dihadapi para pelaku UKM, menurut Dewantoro, adalah standar produk. Mereka harus mendapatkan sertifikasi halal, izin PIRT bahkan SNI. Standar ini dubutuhan produk UKM Kulonprogo agar bisa bersaing di pasaran, terutama jika Bandara NYIA sudah beroperasi.

“Kita ingin produk Kulonprogo jadi tuan rumah di wilayahnya sendiri, jangan sampai kalah dengan produk daerah lain,” tegasnya.

Sebagai upayanya, dalam waktu dekat Dinas Perdagangan akan menggelar pertemuan dengan PT Angkasa Pura I dan para pelaku UKM. Pertemuan ini akan membahas peluang produk yang bisa masuk bandara serta potensi perkembangan UKM jika Bandara NYIA sudah beroperasi.

Senada dengan dinas, para pelaku UKM di Kulonprogo juga tengah bersiap menyambut Bandara NYIA. IKM Karang Guna Taruna di Dusun Maesan Wetan, Desa Wahyuharjo, Kecamatan Lendah misalnya, akan memproduksi suvenir khas Kulonprogo untuk memenuhi kebutuhan oleh-oleh wisatawan.

Sesepuh Karang Guna Taruna, Kusnoto menyampaikan, pihaknya akan membidik ikon-ikon Kulonprogo untuk dijadikan souvenir agar mampu menggambarkan daerah ini. Salah satunya adalah patung Nyi Ageng Serang. “Nanti patung itu dibuat kecil untuk suvenir seperti gantungan kunci. Selain itu, bisa juga membuat tempat pensil dengan bentuk yang sama,” jelasnya. (Unt)

Read previous post:
RUSAK TERENDAM AIR – Tanaman Bawang Tak Bisa Dipanen

KRETEK (MERAPI) - Sebagian tanaman bawang merah di kawasan pesisir Baros Desa Tirtohargo Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, rusak akibat terendam

Close