JELANG IDUL ADHA – Gunungkidul ‘Lurugan’ Pedagang Luar DIY

Ilustrasi

WONOSARI (MERAPI) – Menjelang Hari Raya Idul Adha, harga ternak kurban sapi dan kambing di Kabupaten Gunungkidul melonjak dan jadi ‘lurugan’ pedagang ternak dari luar DIY. Dibanding seminggu yang lalu, untuk harga sapi kenaikannya mencapai kisaran 30 persen. Harga sapi program budidaya penggemukan semula Rp 18 juta per ekor, kini menjadi Rp 22 juta-Rp 23 juta per ekor. “Kenaikan harga sapi ini diprediksa akan terus terjadi hingga dua minggu ke depan,” kata H Anshori (70) salah satu pedagang sapi asal Garut, Jawa Barat di Pasar Hewan Siyono, Kamis (2/8)

Baik jenis sapi maupun kambing kurban, terjadi peningkatan transaksi penjualan. Bahkan banyak pedagang dari luar DIY mulai berdatangan. Volume penjualan dan transaksi pembelian hewan kurban meningkat hampir tiga kali lipat dari sebelumnya. Untuk jenis kambing kenaikan harga mencapai 25-30 persen.

Pekan lalu harga kambing Rp 1.600.000,- naik menjadi Rp 1,8 juta-Rp 2.100.000,- untuk kambing indukan justru turun yang semula Rp 900 ribu menjadi Rp 800 ribu. Berbeda dengan jenis unggas, ayam kampung yang cenderung naik kisaran 30 persen. Dari harga Rp 50.000/ekor kini naik menjadi Rp 65.000,- /ekor. Untuk ayam jantan yang semula Rp 125.000/ekor kini naik menjadi Rp 150.000,- hingga Rp 70.000,-/ekor.

“Harga ayam masih tinggi hingga beberapa pekan kedepan,” ucap Ny Barjiyem (70) pedagang ayam di Pasar Unggas Kranon, Kepek, Wonosari.

Sementara hasil pantauan di pasar Siyono Playen, Gunungkidul meningkatnya jumlah penjual sapi disebabkan Gunungkidul jadi daerah tujuan pedagang dari berbagai kabupaten luar, seperti Sleman, Klaten, Boyolali, Wonogiri, Jawa Tengah dan Bantul. Selama ini kualitas daging sapi hasil budidaya dari Kabupaten Gunungkidul dikenal cukup berkualitas. Sehingga banyak pembeli dan pedagang ternak kurban dari luar daerah seperti Bandung, Garut, Jawa Barat dan DKI berdatangan untuk membeli sapi kurban dari Gunungkidul.

“Sudah sejak puluhan tahun kami membeli sapi dan ternak kurban dari Gunungkidul,” terang H Husein (69) pedagang sapi dari Jakarta Barat. (Pur)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Warga Gelar Sadranan ‘Sewu Kupat’

TEMANGGUNG (MERAPI) - Warga Desa Ngemplak Kecamatan Kandangan menggelar tradisi nyadran ' Sewu Kupat 'di sumber air bersih warga di

Close