SIDANG PENCEMARAN NAMA BAIK DI FB- Korban Ikhlas Membantu Anak Terdakwa

 

Saksi korban Hadi Sutoyo saat memberikan keterangan di muka persidangan . (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Saksi korban Hadi Sutoyo saat memberikan keterangan di muka persidangan . (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

BANTUL (MERAPI) – Saksi korban Hadi Sutoyo dan istrinya Dana Christina tak menaruh dendam dengan terdakwa mantan vokalis Edane, Alexander Theodore Lamoh atau Ecky Lamoh (57), warga Perum Trimulyo Blok III Jetis Bantul. Meski telah dizalimi saksi tetap ikhlas untuk membantu kedua anak-anak terdakwa.

“Saya merasa sakit hati karena terdakwa telah memfitnah dan melakukan pencemaran nama baik melalui facebook dengan menuduh saya melakukan penipuan dan penggelapan serta mengancam ingin membunuh. Itu semua tidak benar, terdakwa telah memutarbalikkan fakta,” ungkap saksi korban Hadi Sutoyo yang juga kakak ipar terdakwa dalam kesaksian di hadapan majelis hakim yang diketuai Sri Tanjung SH di Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Selasa (31/7).

Padahal setelah 10 tahun tak bertemu dan mengetahui kondisi rumah terdakwa memprihatinkan, maka Dana Christina sebagai kakak kandung meminta Hadi Sutoyo membantu mengingat anak-anak terdakwa masih kecil. Untuk itu keduanya sepakat membelikan 3 kapling tanah yang ada di sekitar rumah terdakwa dan membangunkan rumah untuk anak-anaknya.

Dari tawaran tersebut, terdakwa menyetujui kemudian Hadi Sutoyo dan Dana Christina membeli 3 kapling tanah dan menebus sertifikat tanah milik terdakwa karena terkena kredit macet. Setelah itu terdakwa diminta membalik nama keempat sertifikat tersebut atas nama anak-anaknya. Meski dibiayai kedua saksi korban tetapi terdakwa menggunakan uang untuk kepentingan pribadi.

Setelah itu kedua saksi korban membawa 4 sertifikat ke notaris untuk dibalik nama ke anak-anak terdakwa. Tetapi karena kedua anak tersebut masih kecil maka tak bisa dilakukan dan harus melalui wali. “Tetapi kami meminta istri saya menjadi wali karena takutnya kalau yang menjadi wali dan diatasnamakan terdakwa nanti malah dijual,” tambah Hadi Sutoyo menjelaskan.

Keinginan itu ditolak terdakwa dan melaporkan kedua saksi korban ke polisi dengan tuduhan penipuan dan penggelapan sertifikat miliknya. Tetapi karena laporan tak ada kabar, terdakwa menulis dengan kata-kata yang intinya kakak ipar Hadi Sutoyo dan kakak kandung Dana Christina telah melakukan penipuan dan penggelapan sertifikat serta mengancam ingin membunuh. Karena merasa nama baiknya tercemar saksi korban melaporkan ke Polda DIY hingga terdakwa diajukan ke persidangan.

“Sejak kejadian itu hubungan kami renggang, bahkan terdakwa tak mengakui kami sebagian saudara. Dulu saat masih di kepolisian terdakwa juga menolak untuk berdamai karena ini perkara antarkeluarga sendiri,” imbuh Dana Christina. (C-5)

 

Pin It on Pinterest

Read previous post:
GUGATAN PTUN MANTAN KADES DADAPAYU- SK Bupati Dinilai Langgar UU

        Kuasa hukum Oncan Poerba didampingi tim kuasa hukum beserta penggugat dan istrinya menunjukkan kesimpulan yang disampaikan

Close