RIBUT SAAT PESTA MIRAS-Salah Paham, Kepala Dikepruk Genteng

MLATI (MERAPI)-  Pemuda pengangguran, CB (25) warga Blunyah, Sinduadi, Mlati, Sleman, diamankan Polsek Mlati setelah menganiaya temanya, Agung Ruly Wibowo (35) warga Ngipikrejo, Kalibawang, Kulonprogo. Korban memukul korban menggunakan genteng karena salah paham saat keduanya mabuk miras.
Kapolsek Mlati Kompol Yugi Bayu kepada wartawan, Senin (30/7) mengatakan, peristiwa itu bermula saat korban menemui pelaku di gardu ronda di Dusun Blunyah Gede Sinduadi Mlati Sleman beberapa waktu lalu. Saat itu pelaku bersama teman-temanya tengah asik minum-minuman keras. Kemudian korban ikut bergabung sekitar pukul 01.00 WIB. Di tengah pesta miras, tiba-tiba muncul masalah yang dipicu karena salah paham. Tanpa sebab yang pasti, dalam kondisi mabuk, pelaku memukul korban dengan tangan ke muka hingga dia tersungkur.
“Setelah korban terjatuh, pelaku kembali memukul kepala korban dengan genteng beton di bagian kepala dan muka, sehingga korban harus dirawat di rumah sakit,” beber Yugi.

Usai kejadian tersebut, korban lantas melaporkan kasus penganiayaan tersebut ke Polsek Mlati. Mendapat laporan itu, dengan dipimpin Kanit Reskrim Polsek Mlati Iptu Made wira Suhendra, polisi melakukan penyelidikan.
Alhasil petugas mengetahui keberadaan pelaku di daerah Blunyah, Sinduadi, Mlati, Sleman. Tidak mau buruannya lepas, petugas lantas melakukan penangkapan terhadap pelaku di Dusun Blunyah Gede tanpa melakukan perlawanan.

“Pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka, saat ini sudah diamankan di Polsek Mlati,” katanya. Iptu Made menambahkan, dari hasil penyidikan, penganiayaan tersebut diduga dipicu lantaran terjadi salah paham antara keduanya. Pelaku yang saat itu terpengaruh minuman keras menyuruh korban untuk membeli minuman keras.
Setelah dibelikan, pelaku justru tidak percaya dan menuduh korban tidak membelikan minuman semuanya. Kemudian pelaku justru memukuli korban hingga babak belur. “Keduanya saling kenal, hanya salah faham masalah minuman,” tandasnya.
Kini, tersangka harus mendekam di dalam sel tahanan Mapolsek Mlati untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Tersangka dijerat pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.(Shn)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
TEKUK BLITAR UNITED 3-1 – Tren Positif PSIM Berlanjut

  BLITAR (MERAPI) - Hasil positif kembali didapat PSIM Yogya saat melakoni laga pekan ke-11 Liga 2 Grup Timur 2018.

Close