Petani Sawah Tadah Hujan Pilih Tanam Tembakau dan Semangka

Ilustrasi tanaman tembakau.

SUKOHARJO (MERAPI) – Petani sawah tadah hujan memilih menanam tembakau dan semangka dibandingkan padi. Tanaman tersebut dipilih karena tidak membutuhkan banyak air. Sebab kondisi sekarang lahan mereka tidak memiliki ketercukupan air.

Salah satu petani asal Sanggung, Gatak, Danur, Senin (30/7) mengatakan, setiap kali musim kemarau petani di wilayah Kecamatan Gatak pada umumnya dan di Sanggung sekitarnya pada khususnya lebih memilih menanam tembakau. Tanaman tersebu dipilih sudah puluhan tahun lalu sampai sekarang.

Tanaman tembakau dipilih karena pertama tingginya keuntungan yang didapat petani. Selain itu juga menyesuaikan dengan musim dan kondisi lahan dimana petani kebanyakan memiliki sawah tadah hujan.

“Sudah jadi tradisi di Gatak setiap musim kemarau tanam tembakau karena lebih untung dibandingkan padi. Kalau memaksakan padi justru rugi karena sawah kekurangan air dan butuh biaya lebih untuk mengairi lahan,” lanjutnya.

Tanaman tembakau juga dipilih karena tidak membutuhkan perawatan lebih rumit dibandingkan padi. Selain itu untuk menjual saat panen juga lebih mudah.

Saat panen tiba petani mampu menghasilkan daun tembakau dengan berbagai jenis dan kualitas untuk dijual. Bahkan jumlahnya melimpah sehingga membuat petani juga mendapatkan untung.

“Petani menganggap tanaman tembakau sebagai tanaman utama. Bisa dua kali tanam dan panen. Sedangkan padi hanya sekali tapi itu juga menyesuaiakan musim,” lanjutnya.

Sementara itu di wilayah Kecamatan Baki banyak ditemukan petani sawah tadah hujan lebih memilih menanam semangka. Hal itu juga dilakukan karena sudah tradisi dimana di wilayah Baki sudah dikenal menjadi penghasil semangka saat musim kemarau. Beberapa hasil panen bahkan dijual langsung petani di sawah pada para pembelinya.

Salah satu petani semangka asal Bakipandeyan, Baki, Hadi mengatakan, sudah menanam semangka sejak awal Juli lalu. Semangka ditanam karena lebih mudah dan tidak membutuhkan banyak air.

“Sawah saya ini tadah hujan dan sulit air. Kalau memaksa tanam padi jelas sulit jadi pilih semangka,” ujarnya.

Hadi mengatakan, semangka dipilih untuk ditanam juga karena keuntungan yang didapat. Sebab harga sekarang mengalami kenaikan Rp 1.000 – Rp 2.000 perkilogramnya. “Sekarang harganya sudah diatas Rp 7.000 perkilogram sebelumnya hanya Rp 5.500 – Rp 6.000 perkilogram,” lanjutnya. (Mam)

Read previous post:
DARI KUTHAGEDHE, MATARAM ISLAM BERJAYA (3) – Mataram Daerah Bebas Pajak

Sultan Hadiwijaya, raja Pajang kemudian memberikan hadiah tanah Mataram dan Pati. Ki Pamanahan yang merasa lebih tua mengalah memilih Mataram

Close