DIJAMU PERSIWA DI KUNINGAN – Strategi PSS Rentan Macet

 

KUNINGAN (MERAPI) – PSS Sleman bertandang ke Stadion Mashud Wisnu Saputra Kuningan menghadapi Persiwa Wamena, Senin (30/7) sore nanti dalam laga lanjutan Liga 2 Grup Timur. Di atas kertas tuan rumah yang kini berada di dasar klasemen sementara bukan lawan sepadan Laskar Sembada.

 

Namun, PSS wajib waspada penuh dalam pertandingan sore nanti. Pasalnya, kondisi lapangan berpotensi kembali bikin strategi yang diusung Pelatih Kepala PSS, Seto Nurdiyantoro macet.

 

Kas Hartadi, Pelatih Kalteng Putra, sempat mengeluhkan kondisi lapangan di Mashud Wisnu Saputra. Strategi mereka sempat macet meski menang 3-1 di pekan ke-9 lalu.

 

Di lain sisi PSS kerap kesulitan mengembangkan permainan di lapangan berkondisi buruk. Contohnya saja di Piala Indonesia melawan PSD Demak. Seto menyadari betul faktor ini dan sudah menyiapkan taktik menghadapi faktor non teknis seperti buruknya lapangan.

 

“Kami sudah belajar dari beberapa pertandingan di mana main dalam kondisi lapangan yang kurang baik. Sebenarnya tinggal ubah cara bermainnya saja tapi yang harus dipastikan adalah bagaimana fokus para pemain selama 90 menit, apalagi di kandang lawan. Untuk taktik kita lihat bagaimana di sana nanti,” kata Seto, Sabtu (28/7).

 

Tim Pelatih membawa 18 pemain ke Kuningan minus Hisyam Tolle yang absen lantaran kena kartu merah saat menghadapi PSIM Yogyakarta Kamis (26/7) lalu. Lini belakang dalam kondisi rawan mengingat pengganti Tolle seperti Yudi Khoerudin atau Sahrul Kurniawan belum teruji kemampuannya.

 

Arie Sandy bisa jadi solusi lini belakang menemani Zamzani namun Seto tampaknya enggan mengorbankan lini tengahnya. Hanya Arie Sandy yang bisa menjaga keseimbangan lini tengah. Dave Mustaine yang sempat memulai laga dari bangku cadangan akan langsung diturunkan. Saat lawan PSIM, absennya Dave membuat serangan PSS macet.

 

Persiwa merupakan tim bertipe keras. Mereka tak segan-segan melakukan tekel keras. Mereka adalah satu-satunya tim di Grup Timur yang ‘sukses’ mendapat enam kartu kuning dalam satu pertandingan, tepatnya saat melawan PSIM. PSSI pun langsung mengenakan sanksi bagi Persiwa Wamena.

 

Kondisi lapangan ditambah karakter Persiwa bisa merugikan Laskar Sembada. Seto pun berharap lini tengahnya siap dan kreatif dalam menyerang dalam kondisi lapangan apapun. Seto juga tak mau para pemain terpancing emosi dalam laga besok.

 

“Kami harap lebih kreatif lini tengahnya. Satu lagi, saya ingatkan pemain tidak perlu melakukan apa-apa yang bisa merugikan tim. Jangan pernah terpancing permainan lawan dan tetap fokus saja,” tegas Seto.

 

Menghadapi Persiwa, PSS banyak punya pilihan di depan setelah kembalinya I Made Wirahadi. Situasi memperkaya pilihan formasi, dari 4-3-3 yang mengandalkan kecepatan pemain sayap seperti Slamet Budiono dan Rifai Lastori maupun 4-2-3-1 dengan Made Wirahadi sebagai striker tunggal yang bertugas memantulkan bola. Apalagi I Made masuk dalam 18 pemain yang dibawa Seto ke Kuningan. Adanya I Made juga melegakan tim andai PSS terpaksa bermain dengan bola lambung merespon kondisi lapangan. Para pemain menyatakan siap dengan formasi apapun yang bakal dipilih Tim Pelatih.

 

“Mereka sudah siap, para pemain termotivasi memberikan yang terbaik bagi tim. Yang pasti tekanannya akan sangat kuat dalam laga besok, dari posisi klasemen atau di lapangan. Yang melegakan adalah tidak ada pemain yang cedera dan ada kuota suporter yang memberi dukungan,” sambung Seto. (Des)

Read previous post:
PSIM TANTANG BLITAR UNITED – Misi Lanjutkan Tren Positif

  BLITAR (MERAPI) - Sukses memetik kemenangan pada laga derby melawan PSS Sleman pada pekan ke-10 Liga 2 Grup Timur

Close