SERI TERAKHIR 3X3 IBL – Bima Perkasa Meningkat

 

SLEMAN (MERAPI) – Bima Perkasa Yogyakarta mengakhiri turnamen 3×3 Indonesia Basketball League (IBL) dengan kepala tegak. Bermain kurang baik di dua seri, Yogya dan Malang, di seri terakhir Jakarta Jumat (27/7) hingga Minggu (29/7) skuad yang dibesut Raoul Miguel Hadinoto itu mengalami peningkatan.

Lolos ke fase knock out Bima Perkasa menang atas Pacific Caesar dan memberi perlawanan sengit atas Satria Muda.

 

“Kami tidak pernah latihan khusus untuk 3×3, latihannya biasa saja untuk 5×5. Tentu ada perbedaan besar dalam keduanya, tapi anak-anak kemarin menunjukkan peningkatan. Mereka lebih fight dan dalam pertandingan sudah menemukan chemistry satu sama lain. Penampilan mereka lebih baik dari Seri Malang dan Yogya,” kata Manajer Bima Perkasa Dionisius Mundi.

 

Dua pemain yang menjadi sorotan di Seri Jakarta kemarin adalah Oleh Halim dan Alan As’Adi. Keduanya memberikan hiburan bagi penonton yang menyaksikan pertandingan. Oleh Halim menunjukkan kebolehannya dalam lemparan tiga angka sementara Alan menunjukkan dirinya sudah sangat siap melakoni laga ketat IBL musim depan dengan beberapa kali memenangi rebound. Hebatnya lagi Alan belum sembuh benar dari cedera.

 

“Di Jakarta pemain tampil fight. Daya juang mereka menyusahkan pemain lawan dan apresiasi penonton juga bagus. Setelah ini fokus kembali ke latihan reguler mempersiapkan tim untuk kompetisi,” sambung pria yang akrab disapa Dion itu.

 

Penampilan satu-satunya wakil Yogyakarta di kompetisi basket tertinggi tanah air itu memang kerap mengejutkan. Di Seri Yogya misalnya, calon rookie Bima Perkasa, Calvin mengundang decak kagum dari pemain lawan dan penonton yang menyaksikan. Dion berharap para pemain juga menunjukkan semangat juang sama ketika Bima nanti akan melakoni kompetisi. (Des)

Read previous post:
CERITA MISTERI – Nyanyi Tiga Hari Tidak Berhenti

KEDUA orang muda ini, Larso dan Sarijan (keduanya bukan nama sebenarnya), hanyalah pengamen atau penyanyi jalanan. Namun perpaduan suara keduanya

Close