KASUS PELAJAR TEWAS USAI DERBI DIY-Keluarga Iqbal Berharap Pelaku Sweeping Ditangkap

SEWON (MERAPI)- Keluarga korban tewas usai disweping suporter usai laga PSIM dan PSS, Muhammad Iqbal Setiawan (17) warga Dusun Balong, Timbulharjo, Sewon, Bantul meminta polisi segera mengunkap pelaku.
Ayah korban, Aiptu Suradi menceritakan bahwa tiga hari sebelumnya korban sudah berpamitan untuk menonton pertandingan tersebut. Namun pamitan melalui pesan whatsapp itu tidak dijawabnya. Hingga akhirnya dia mendapat kabar putranya dilarikan ke rumah sakit di saat Anggota Polsek Pleret itu sedang bertugas pengamanan.
Aiptu Suradi berharap kasus pengeroyokan ini bisa diusut tuntas. Sehingga tidak ada lagi warga yang menjadi korban di kemudian hari. “Saya berharap bisa diungkap, jangan ada korban lagi biar ada efek jera,” harapnya.

Senada dengan Aiptu Suradi, paman korban, Irwan Suryono berharap Pemkab Bantul bisa mengevaluasi izin pertandingan yang digelar di Stadion Sultan Agung. Selama ini menurutnya, pertandingan hanya berorientasi pada pendapatan dari menyewakan tempat pertandingan. Namun dalam praktiknya, kericuhan antarsupporter sering terjadi. Parahnya, sebagain besar korbannya adalah warga Bantul yang tidak beraviliasi dengan kelompok suporter yang terlibat kericuhan. “Ponakan saya ini kan bukan supporter manapun, dia nonton bola untuk hiburan dan karena suka saja,” pungkasnya.

Seperti diketahui, seorang pelajar, Muhammad Iqbal Setiawan (17) warga Dusun Balong, Timbulharjo, Sewon, Bantul tewas dikeroyok suporter usai derbi panas antara PSIM Yogya dan PSS Sleman di Stadion Sultan Agung, Bantul, Kamis (26/7) malam. Diduga, aksi pengeroyokan itu salah sasaran karena korban tak tergabung kelompok suporter manapun.  (C1)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
TAK MAINKAN WAHYU SUKARTA – PSS Terancam Denda, Manajemen Bungkam

  SLEMAN (MERAPI) - PSS Sleman terancam sanksi dari PSSI setelah tidak menurunkan Wahyu Sukarta dalam pertandingan menghadapi PSIM Yogyakarta,

Close