PANIK SAAT DIGREBEK POLISI-Lompat dari Jendela, Pecandu Sabu Retak Kaki

MERAPI-NOOR RIZKA Tersangka By dipapah rekannya karena mengalami luka setelah gagal kabur.
MERAPI-NOOR RIZKA
Tersangka By dipapah rekannya karena mengalami luka setelah gagal kabur.

YOGYA (MERAPI) – Seorang pecandu sabu-sabu, Bk (24) warga Gamping, Sleman mengalami tulang retak tumit kanan setelah berusaha kabur saat disergap petugas Satresnarkoba Polresta Yogya. Ia melompat dari jendela di lantai 2 rumahnya setinggi 1,5 meter lebih. Namun sayang, upaya pelarian tersangka gagal.
Wakapolresta Yogua AKBP Ardiyan Mustaqim didampingi Kasat Resnarkoba Kompol Cahyo Wicaksono kepada wartawan, Kamis (26/7) menjelaskan, Bk merupakan satu dari 16 tersangka penyalahgunaan narkoba, psikotropika dan obat terlarang yang diringkus Satresnarkoba Polresta Yogya dalam operasi penangkapan selama 2 bulan terakhir. Bk diringkus di Dusun Biro, Trihanggo, Gamping, Sleman bersama dua temannya, yakni By (36) dan Ki (17). Barang bukti yang disita dari TKP adalah sepaket sabu 0,2 gram, 2 bong, 2 pipet kaca, 8 sedotan dan korek gas. Ketiganya disergap polisi yang menerima informasi tentang pesta sabu-sabu di rumah itu.

“Saat kami sergap, tersangka By berusaha melarikan diri. Ia melompat dari jendela. Tumit kanannya retak,” kata AKBP Ardiyan.
Dijelaskan, dalam kurun waktu dua bulan terakhir, jajaran Satresnarkoba Polresta Yogya meringkus 16 tersangka dari 11 kasus narkoba. Rinciannya, tersangka penyalahguna narkotika sejumlah 8 orang, psikotropika 5 dan obat berbahaya 3 orang.
“Salah satu yang kami ungkap adalah transaksi narkoba dan psikotropika secara online. Sedangkan obat berbahaya atau pilkoplo dijual secara langsung di wilayah Sukoharjo Jateng,” paparnya.
Selain ketiga pecandu sabu tadi, tersangka penyahaguna narkoba selanjutnya adalah Ds (19). Mahasiswa PTS terkemuka ini ditangkap di Bangirejo Tegalrejo Yogya dengan barang bukti 17 linting tembakau gorila. Selanjutnya dalam waktu hampir berdekatan, ditangkap pula Th (35), Sm (45), Ek (42) dan Dr (28). Mereka diringkus di Samirono Caturtunggal Depok Sleman. Barang bukti yang diamankan adalah 10 linting tembakau gorila, dua asbak isi 5 puntung tembakau gorila serta hp.

Sedangkan pecandu pil koplo yang ditangkap pertama adalah Ry (22). Dia dibekuk di Gang Mawar Pete Sidomoyo Godean Sleman. Barang bukti yang disita 7 pil camlet alprazolam dan 2 riklona. Kemudian petugas juga meringkus Fm (21) di Karangasem Gempol Condongcatur Depok Sleman. Psikotropika yang diamankan adalah 22 butir alprazolam, 5 riklona, HP dan uang Rp 484 ribu.
“Tak lama kemudian, kami meringkus Cb (18) di Sukoharjo Jateng dengan barang bukti 20 alprazolam 1 mg, 20 pil riklona clonazepam 2 mg, HP dan motor,” paparnya.
Polisi juga meringkus Pl (32) di Panggungharjo Sewon Bantul yang membawa 1 butir alprazolam. Pemakai lain yang diringkus adalah Op (32) di Ngestiharjo Kasihan Bantul. Barang bukti yang diamankan adalah 4 butir alprazolam.
Kasat Resnarkoba Polresta Yogya Kompol Cahyo Wicaksono menambahkan, tersangka penyalahguna obat berbahaya lain adalah Bn (31), As (24) dan Dh. Dari ketiganya, polisi menyita 2 ribu lebih pil heximer. Pil berbahaya tersebut, didapat tersangka secara face to face di Sukoharjo Jateng dalam kemasan besar. Selanjutnya dikemas ulang dalam paketan kecil dan diedarkan.
“Pembelinya hanya kalangan terbatas. Biasanya hanya orang yang sudah kenal saja yang dilayani,” tandasnya. (Riz)

 

Read previous post:
MERAPI-AGOES JUMIANTO Lebih dari 200 karya seni rupa menarik dinikmati di pameran ini.
Menikmati Ragam Karya 184 Perupa di Pameran Expose Edu Art

TAMAN Budaya Yogyakarta (TBY) menjadi saksi perjalanan seni rupa, khususnya bagi kelompok seniman yang tergabung dalam Edu Art Forum, yang

Close