Ada 73 Temuan Pelanggaran pada Januari – Juli 2018

Rapat Koordinasi POK di pendapa GSP Sukoharjo. (MERAPI-Wahyu Imam Ibadi)
Rapat Koordinasi POK di pendapa GSP Sukoharjo. (MERAPI-Wahyu Imam Ibadi)

SUKOHARJO (MERAPI) – Ada 73 hasil temuan pengawasan terhitung sejak Januari – Juli 2018. Temuan baik bersifat administrasi maupun keuangan. Para pengguna anggaran diminta untuk tidak berbuat curang dan menyeleweng aturan karena sanksi yang harus diterima sangat berat.

Inspektur Sukoharjo Djoko Ipung Poernomo saat paparan dalam kegiatan Rapatan Koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) APBD di pendapa Graha Satya Praja (GSP) Setda Sukoharjo, Kamis (26/7) mengatakan, sebanyak 73 temuan itu meliputi bersifat administrasi sebanyak 51 temuan dan temuan bersifat keuangan 22 temuan.

Temuan kasus tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan hasil 13 temuan selesai, 40 temuan belum selesai dan 20 temuan dalam proses.

Kasus yang ditemukan tersebut sesuai lokasi pemeriksaan berada di sekolah seperti pengelolaan keuangan dan dana BOS Tahun 2017. Temuan lagi ditemukan di desa dalam bentuk pengelolaan keuangan dan aset desa Tahun 2017. Selain itu juga temuan di dinas, badan dan kantor berkaitan keuangan yang sesuai dengan SPI dan menyajikan sesuai dengan SAP.

“Pemeriksaan kasus Tahun 2018 ada 15 kasus. Dari jumlah tersebut ada sebanyak 13 kasus merupakan limpahan laporan gubernur dari Inspektorat Provinsi Jawa Tengah telah ditindaklanjuti,” ujarnya.

Sebanyak 15 kasus yang sudah dalam pemeriksaan sebanyak 13 diantaranya merupakan penyelewengan dan korupsi/pungli 2.

“Kami minta pengguna anggaran baik itu kepala desa melalui dana desa, kepala sekolah menggunakan dana BOS dan lainnya harus esktra hati hati. Taati aturan jangan diselewengkan karena aturannya sangat ketat dan sanksinya tegas,” lanjutnya.

Kabag Administrasi Pembangunan Setda Sukoharjo Triyono saat paparan dalam kegiatan Rakor POK mengatakan, jumlah anggaran yang dialokasikan dalam APBD Sukoharjo Tahun 2018 berupa pendapatan daerah sebesar Rp 1.887.374.030.000, belanja daerah Rp 2.126.525.216.000, pembiayaan Rp 239.151.186.000. Belanja daerah terdiri dari belanja tidak langsung sejumlah Rp 1.243.668.428.000, belanja langsung sejumlah Rp 882.856.788.000.

Triyono mengatakan, kinerja penyampaian laporan pelaksanaan APBD Sukoharjo Tahun 2018 selama Triwulan II berdasarkan laporan yang masuk dari masing masing organisasi perangkat daerah (OPD) kegiatan yang sudah dilaksanakan rata rata sampai dengan Triwulan II mencapai 25,71 persen. Berdasarkan pelaporan dari masing masing perangkat daerah bahwa pelaksanaan kegiatan APBD oleh masing masing perangkat daerah sampai dengan triwulan II pada umumnya rata rata belum memenuhi target. Hal ini disebabkan pelaksanaan kegiatan pada triwulan ini masih proses lelang dan yang sudah tanda tangan kontrak masih dalam tahap awal pelaksanaan. (Mam)

Read previous post:
Ikut Menikmati Bendungan Gondang, Sragen Diminta Kontribusi

KARANGANYAR (MERAPI) - Pemkab Karanganyar meminta Pemkab Sragen berkontribusi atas pemanfaatan Bendungan Gondang. Fasilitas irigasi itu berada di wilayah Bumi

Close