JELANG DERBI DIY-Polisi Cegah Bentrok Suporter

MERAPI-SAMENTO SIHONO Perwakilan suporter PSIM dan PSS berfoto bersama Kapolda DIY usai menggelar pertemuan.
MERAPI-SAMENTO SIHONO
Perwakilan suporter PSIM dan PSS berfoto bersama Kapolda DIY usai menggelar pertemuan.

DEPOK (MERAPI)- Jelang laga derbi DIY antara PSIM Yogyakarta dan PSS Sleman dalam lanjutan Liga 2 Indonesia di Stadion Sutan Agung, Bantul pada Kamis (26/7) besok, dua kelompok suporter kedua tim dipertemukan oleh Polda DIY, Selasa (24/7). Pertemuan itu digelar untuk mencegah potensi bentrok suporter selama dan sesudah pertandingan.
“Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya. Tujuannya untuk mematangkan persiapan jelang pertandingan antara PSIM Yogyakarta dengan PSS Sleman, Kamis mendatang,” beber Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dofiri.
Pertemuan yang berlangsung di salah satu hotel di kawasan Seturan, Depok, Sleman ini juga dihadiri dua kubu suporter baik PSIM Yogya maupun PSS Sleman. Dalam pertemuan tersebut didapat kesepakatan bahwa, pertandingan hanya disaksikan oleh suporter dari PSIM Yogyakarta tanpa kehadiran suporter PSS.
Kapasitas Stadion Sultan Agung menjadi alasan utama panitia pelaksana pertandingan untuk tidak memberikan kuota bagi suporter PSS Sleman.

Kendati demikian, Kapolda mengungkapkan pihaknya tidak keberatan bila suporter PSS datang ke stadion untuk memberi dukungan. Meski demikian Panpel PSIM tetap menyediakan tempat khusus bagi perwakilan suporter PSS Sleman.
“Panpel PSIM menyediakan 30 tiket khusus untuk supoter PSS, yang kali ini diwakili dari BCS dan Slemania. Demikian sebaliknya, pertandingan yang akan berlangsung di Stadion Maguwoharjo yang berkapasitas 30 ribu penonton juga priotitas untuk penonton PSS,” ujarnya.
Dengan hasil keputusan tersebut, Kapolda berharap hal tersebut dapat mencegah terjadinya konflik antara dua kelompok suporter ini. “Ini sebagai langkah antisipasi, agar tidak terjadi konflik dua kubu suporter seperti tahun-tahun sebelumnya,” jelas Kapolda.
Untuk mengamankan pertandingan, Kapolda juga telah menyiagakan personel yang ditempatkan di Stadion Sultan Agung. Bahkan jalan-jalan yang akan dilewati kelompok suporter ini tak luput dari penjagaan petugas kepolisian.
“Kita berikan pengamanan yang terbaik dalam pertandingan besok. Kita juga berharap masing-masing korwil suporter bisa membantu menjaga keamanan,” katanya.

Sementara itu Wendi Umar Seno Aji Ketua Panpel PSIM menyambuat baik pertemuan tersebut. Namun dia meminta maaf pada suporter PSS karena tidak bisa menyaksikan laga secara langsung. Mengingat kapasitas Stadion Sultan Agung yang tidak mencukupi.
“Dengan kapasitas stadion yang tidak cukup untuk menerima suporter tim tamu, kami menyampaikan permohonan maaf kepada PSS dan suporternya. Pasalnya suporter tidak bisa datang ke Stadion Sultan Agung,” ujar Wisnu.
Kendati demikian dari hasil kesepakatan, panitia telah menyediakan 30 tiket untuk suporter PSS yang akan diwakili oleh BCS dan Slemania. Wisnu menambahkan, kalau saat ini jumlah tiket yang disediakan panitia semuanya sudah terjual habis.
“Tiket sudah terjual habis, sedangkan untuk perwakilan dari PSS sudah kita siapkan tempat khusus, tentunya saat menonton harus memakai atribut lengkap,” punglasnya. (Shn)

Read previous post:
Pembersihan Lapas

  OPERASI tangkap tangan (OTT) yang dilancarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Lapas Sukamiskin Bandung baru-baru ini sungguh menampar muka

Close