Pelihara Satwa Liar Dihukum 6 Bulan

 

 Terdakwa ketika mendengarkan pembacaan putusan majelis hakim di PN Bantul. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

Terdakwa ketika mendengarkan pembacaan putusan majelis hakim di PN Bantul. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

BANTUL (MERAPI) – Terdakwa pemilik satwa liar, Sutam Rianto (38) warga Krasaan Palbapang Bantul diganjar 6 bulan penjara potong masa tahanan dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Selasa (24/7). Hukuman yang dijatuhkan lebih ringan dari jaksa Suryo Atmojo SH yang sebelumnya menuntut 8 bulan penjara.

Atas putusan yang dijatuhkan majelis hakim yang diketuai Dewi Kurniasari SH, terdakwa menyatakan menerima. Perbuatan terdakwa terbukti bersalah dan meyakinkan melanggar pasal 40 ayat (2) jo pasal 21 ayat (2) huruf a UU No 5 Tahun 1990 tentang Sumber Daya Alam Hayati Dan Ekosistemnya jo PP No 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

Dalam amar putusan terungkap, semula pada 2013 terdakwa menukarkan 1 ekor burung gagak miliknya dengan 1 ekor elang bido milik Walidi seorang pedagang pasar Pasty Yogyakarta. Tak hanya itu terdakwa juga mendapat 2 ekor elang bondol dari Walidi yang diantar ke rumahnya.

Sebelumnya terdakwa telah memiliki dan memelihara burung kakatua. Ternyata burung-burung yang dimiliki terdakwa termasuk satwa liar yang dilindungi. Karena tak memiliki izin dari pihak berwenang dalam memelihara burung dilindungi maka petugas menangkap terdakwa.

Perbuatan terdakwa memelihara burung yang dilindungi melanggar pidana. Karena burung yang dipelihara terdakwa termasuk satwa yang dilindungi sebagaimana diatur dalam lampiran PP Nomor 7 Tahun 1999 tetang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.
Dari burung-burung yang dimilikinya tersebut, pada 11 April 2018 terdakwa akan menjual 1 ekor kakaktua seram betina karena ditawar Rp 3,5 juta. (C-5)

 

Pin It on Pinterest

Read previous post:
PEMBERHENTIAN KASI PEMERINTAHAN CACAT HUKUM- PTUN Batalkan SK Kades Margosari

  BANGUNTAPAN (MERAPI) – Majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Yogyakarta akhirnya mengabulkan gugatan penggugat Wakil Ketua Badan Permusyawaratan

Close