KALAHKAN BLITAR UNITED 2-0 – Fokus PSS Beralih ke PSIM

 

Pemain PSS, Tambun Naibaho (tengah) dikepung para pemain Blitar United. (MERAPI-SWADESTA ARIA WASESA)
Pemain PSS, Tambun Naibaho (tengah) dikepung para pemain Blitar United. (MERAPI-SWADESTA ARIA WASESA)

 

SLEMAN (MERAPI) – Usai mengalahkan Blitar United dua gol tanpa balas di Pekan ke-9 Liga 2 Grup Timur, Sabtu (21/7) lalu, skuad PSS Sleman langsung menggeber latihan persiapan menghadapi PSIM Yogyakarta Senin (23/7) ini. Pelatih Kepala PSS, Seto Nurdiyantoro memfokuskan latihan pada pembenahan tim dari hasil evaluasi usai menang atas Blitar United melalui gol Dave Mustaine melalui titik putih dan akselerasi Slamet Budiono itu.

 

Laga menghadapi PSIM akan berlangsung Kamis (27/7) di Stadion Sultan Agung Bantul. “Kami langsung fokus latihan besok sebagai persiapan lawan PSIM. Siapa yang punya konsentrasi penuh selama 90 menit maka tim itu yang akan menang di laga <I>derby<P> DIY, makanya kami langsung bersiap. Pertama latihan pemulihan kondisi lalu memperbaiki tim dari hasil evaluasi kemarin,” tegas Seto Minggu (22/7) siang.

 

Menurunnya konsentrasi dan penyelesaian akhir para pemain depan PSS masih bermasalah ketika menjamu Blitar United. Usai unggul 2-0 di babak pertama melalui tendangan penalti Dave Mustaine menit 30 dan Slamet Budiono 10 menit berselang, para pemain kehilangan konsentrasi di babak kedua. Dampaknya Hisyam Tolle dkk sering melakukan kesalahan sendiri. Kelemahan lain yang terlihat adalah lemahnya penyelesaian akhir. PSS mampu unggul lebih dari lima gol andai Tambun Naibaho, Slamet Budiono, dan Rifai Lastori mampu memanfaatkan peluang emas selama 90 menit.

 

Lemahnya kreator serang lini tengah juga jadi sorotan Tim Pelatih. Ichsan Pratama, Dave Mustaine, dan Irham Irhaz belum berperan sebagai kreator serangan laiknya Dirga Lasut atau Busari musim lalu. Menurut Seto, ketiga pemain itu memiliki syarat menjadi kreator namun masih belum menjadi sosok yang diharapkan. Ada rencana menambah pemain di putaran dua, khususnya lini tengah agar serangan PSS makin terkonsep dan lini depan lebih banyak mendapat peluang.

 

“Kemarin malam kami lemah di <I>finishing<P>. Di babak pertama, Blitar sebenarnya sudah habis tapi kami tidak bisa memanfaatkan itu. Kreator serangan lini tengah juga masih belum memuaskan, kami menguasai bola dan terus menyerang tapi hanya mencetak dua gol, bisa lebih padahal. Lalu di babak kedua kan saya lihat permainan sudah menurun, konsentrasi tidak 100 persen lagi terus pemain kami banyak hilang bola dan kesalahan individu. Tentunya melawan tim berkualitas seperti PSIM yang seperti itu tidak boleh lagi terjadi,” sambung Seto.

 

Dasar argumen Seto yang mengatakan bahwa PSIM punya kualitas yang berbeda dari lawan mereka sebelumnya sangat kuat. Dari catatan statistik, PSIM belum pernah terkalahkan selama delapan pertandingan. Kekalahan terakhir PSIM didapat melawan Madura FC April 2018 lalu. PSIM kini berada di papan tengah setelah harus mengawali liga dengan pengurangan sembilan poin dari PSSI.

 

“Mereka (PSIM) punya spirit yang luar biasa. Dari sisi materi teknis, dua tim ini sepadan. Kami harus fokus sejak dari latihan sampai ke pertandingan,” tegas Seto.

 

Jelang <I>derby<P> DIY, pihak Polda DIY kembali memanggil perwakilan manajemen PSIM dan PSS untuk kali kedua. Rencananya pertemuan digelar di Polda DIY Selasa (24/7) besok. Selain manajemen, Polda DIY juga mengundang panitia pelaksana dan perwakilan suporter, dan perwakilan semua korwil suporter.

 

Undangan kedua ini akan dimanfaatkan Polda sebagai wadah silaturahmi dua pendukung dari PSIM dan juga PSS. Selain itu, pihak Polda DIY yang diwakili Kabagbinops Ro Ops Polda DIY AKBP Karwanto, berharap pertemuan tersebut dapat menyukseskan jalannya pertandingan. (Des)

 

 

Read previous post:
BANTUL BORONG EMAS BRIDGE – Sleman Juara Umum Porwada DIY III-2018

  SLEMAN (MERAPI) - Kontingen Kabupaten Sleman menjadi juara umum Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) DIY III-2018 yang berakhir Minggu

Close