KORBAN DIPUKULI, HANDPHONE DIRAMPAS-Naik Motor di Malam Hari, Pelajar SMP Dirampok

NGAGLIK (MERAPI)- Dua orang berandalan, FL (19) warga Pendowoharjo, Sleman dan CY (20) Warga Margomulyo, Seyegan, Sleman ditangkap aparat Polsek Nggalik setelah merampok seorang pelajar SMP, JR (15) warga Dusun Pisangan, Tridadi, Sleman, Sabtu (21/7) malam. Kedua pelaku diketahui memukuli korban kemudian merampas HP dan helmnya.
Kapolsek Ngaglik, Kompol Danang Kuntadi kepada wartawan, Minggu (22/7) mengatakan, aksi perampokan itu terjadi di Embung Jetis Suruh Desa Donoharjo, Ngaglik pada Jumat (20/7) malam lalu. Awalnya korban dan seorang temannya berboncengan dengan menggunakan sepeda motor bermaksud pulang ke rumahnya.
Saat itu korban mengendarai motor dengan kecepatan sedang. Sampai di Desa Donoharjo, tiba-tiba dia dikuntit oleh kedua pelaku yang juga naik motor berboncengan. Selanjutnya, korban dipepet dan disuruh berhenti. Di lokasi yang sepi di Dusun Balong, korban pun berhenti.

Korban bermaksud menanyakan pelaku apa maksud mereka menghentikannya. Sebab korban tak mengenal pelaku. Namun pelaku justru membentaknya.
“Korban kemudian diajak ke Embung Jetis sambil diancam,” kata Kompol Danang Kuntadi.
Di bawah ancaman pelaku, kedua korban pun menuruti untuk pergi ke embung. Sesampainya di embung, korban kemudian diintimidasi. Korban bersama temanya dipukul oleh pelaku di bagian pipi sebelah kanan hingga memar dan kaki sebelah kanan lecet. Sedangkan teman korban juga dipukul di bagian kaki sebelah kanan.
Setelah memukuli, pelaku merampas barang-barang milik korban, di antaranya adalah satu buah handphone merk Vivo warna emas, helm merk GMC warna hitam dan kartu pelajar. Usai kejadian itu, pelaku kemudian kabur.
“Akibat kejadian itu korban mengalami kerugian sebesar Rp 1,9 juta. Korban langsung melapor ke Polsek Ngaglik,” beber Danang.

Mendapatkan laporan itu, ujar Danang, dengan dipimpin Kanit Reskrim Polsek Ngaglik Iptu Budi Karyanto, polisi langsung melakukan olah kejadian perkara dan dilanjutnkan penyelidikan. Polisi pun kemudian berpatroli di sekitar lokasi kejadian. Sebab besar kemungkinan pelaku sering melintas di lokasi itu. Hasilnya, dugaan polisi tak meleset. Kedua pelaku berhasil dikenali petugas saat melintas di Donoharjo berdasarkan ciri pelaku dari keterangan korban. Pada Sabtu malam, petugas meringkus pelaku. “Yang kami tangkap pertama FL di rumahnya, kemudian menyusul CY,” katanya.
Ditambahkan Budi, dari penangkapan itu, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu handphone hasil kejahatan, helm, kartu pelajar korban dan motor Honda Astrea Grand milik pelaku yang digunakan untuk melakukan aksi.

Akibat perbuatannya, kedua pelaku kini ditahan di Polsek Ngaglik guna penyelidikan lebih lanjut. Menurut Budi, pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan untuk mengetahui apakah pelaku juga melakukan aksi serupa di tempat lain.
“Kedua pelaku dijerat Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan dan Pengancaman dengan hukuman paling lama sembilan tahun penjara,” pungkasnya. (Shn)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Upacara Adat se-DIY Dipamerkan di Kulonprogo

WATES (MERAPI) - Lima upacara adat yang menjadi kekayaan DIY, dipamerkan dalam Festival Upacara Adat 2018 di Alun-alun Wates, Minggu

Close